Bukan Hobi, Begini Cerita Ibu Rumah Tangga di Malang Bangun Bisnis Telur Asin

banner 468x60

MALANG, YAKUSA.ID – Menekuni dunia bisnis tak selamanya karena faktor kesenangan, seperti salah satu pengusaha telur asin asal Tunjungsekar, Malang, Jawa Timur, Heldina (57).

Berawal dari tidak cocok dengan rasanya ketika membeli telur asin di pasaran, Heldina pun mencoba memproduksi telur asin, tepatnya 4 tahun silam.

“Saat cari di pasar rasanya terkadang terlalu asin, dan ada juga yang kurang asin,” ujarnya, melansir dari RRI.co.id, Selasa, (16/01).

Bermodalkan uang lima ratus ribu rupiah, Heldina mulai memproduksi beberapa butir telur. Ia tak langsung menjualnya ke beberapa pasar, tetapi lebih memilih membagikan ke tetangga sekitar.

“Karena banyak tetangga yang suka, akhirnya kami mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam satu minggu, Heldina bisa memproduksi telur asin dua kali. Dalam sekali produksi bisa mencapi 200-250 butir telur. Ia kemudian menitipkan telur-telur itu ke beberapa toko.

Dalam sekali produksi, ia memerlukan telur bebek, garam dan juga bubuk bata merah, dengan jangka waktu 14 hari untuk tingkat kemasiran yang sempurna. Jika ada yang tidak seberapa menyukai asin, bisa pesan untuk jangka waktu pengasinan 7 atau 10 hari.

“Untuk proses produksi telur bebek dicuci dulu, lalu dibungkus dengan adonan bubuk bata merah yang sudah diberi garam dan dibiarkan selama jangka waktu yang diinginkan. Untuk daya simpannya 10-14 hari di suhu ruang, dan di suhu dingin bisa mencapai 30 hari,” bebernya.

Ke depannya Heldina berharap agar PGP telur asin semakin diminati banyak kalangan.

“Semoga akan semakin banyak masyarakat yang mengetahui serta menyukai PGP telur asin,” ungkap Heldina menutup perbincangan. (Yakusa.id/08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *