YAKUSA.ID — Ikatan Mahasiswa Independen (IMI) menggelar aksi demonstrasi di lingkungan Universitas PGRI Sumenep untuk mendesak pimpinan kampus menindaklanjuti dugaan penyimpangan pengelolaan dana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Massa aksi meminta klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.
Dalam aksi tersebut, IMI menyoroti pelaksanaan PKKMB yang dinilai menyisakan sejumlah persoalan.
IMI mendesak ketua pelaksana memberikan penjelasan secara terbuka kepada mahasiswa mengenai persoalan yang menjadi sorotan.
Koordinator Lapangan (Korlap) I, Hanafi, menyampaikan bahwa IMI menuntut ketua pelaksana menyampaikan klarifikasi melalui video.
IMI juga meminta pihak kampus menghentikan keterlibatan yang bersangkutan dalam kepanitiaan kegiatan kampus serta mengevaluasi kedudukannya sebagai dosen apabila dugaan pelanggaran terbukti.
“Kami menuntut klarifikasi Ketua Pelaksana PKKMB dalam bentuk video dan meminta yang bersangkutan diberhentikan dari kepanitiaan kegiatan kampus. Kami juga meminta evaluasi terhadap kedudukannya sebagai dosen jika terbukti melakukan penggelapan dana,” tegas Hanafi.
Menanggapi tuntutan tersebut, pimpinan bidang kemahasiswaan Universitas PGRI Sumenep menyatakan akan menyerahkan persoalan tersebut kepada Komisi Disiplin (KOMDIS) kampus untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan menindaklanjuti dan menyerahkan persoalan ini kepada Komisi Disiplin kampus,” ungkap perwakilan pimpinan bidang kemahasiswaan.
Selain meminta pertanggungjawaban ketua pelaksana PKKMB, IMI mendesak pencopotan pengelola bidang kemahasiswaan dari jabatannya. Desakan tersebut berkaitan dengan dugaan persoalan pengelolaan dana PKKMB yang menurut IMI perlu diperiksa secara menyeluruh.
Pihak pimpinan universitas menyatakan akan menyerahkan persoalan tersebut kepada KOMDIS. Pihak kampus juga menyampaikan kesiapan mengambil tindakan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.
“Kami akan menyerahkan persoalan ini kepada KOMDIS Universitas PGRI Sumenep. Jika terbukti, kami siap mengambil tindakan terhadap pengelola kemahasiswaan,” demikian pernyataan pihak pimpinan universitas.
Salah satu anggota IMI menegaskan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan secara transparan. Menurutnya, pengelolaan kegiatan kampus, terutama yang berkaitan dengan anggaran, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada mahasiswa.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal tuntutan, IMI memberikan tenggat waktu 1 x 24 jam kepada pihak kampus untuk menyampaikan perkembangan penanganan persoalan tersebut.
“Kami dari IMI menunggu kabar baiknya dalam waktu 1 x 24 jam,” tegas perwakilan IMI.
IMI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pihak universitas memberikan kejelasan atas tuntutan yang disampaikan.
IMI meminta kampus tidak berhenti pada pernyataan akan menindaklanjuti persoalan, tetapi juga menunjukkan langkah konkret, pemeriksaan yang objektif, dan transparansi hasil penanganan kepada mahasiswa..






