UICI di Mata Prof. Siti Zuhro

Tidak hanya yakin usaha sampai yang abstrak, tapi konkrit

banner 468x60

YAKUSA.ID – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI Prof. Dr. Siti Zuhro meminta civitas akademika Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) untuk tidak cepat puasa dengan capaian tiga tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Prof. Siti dalam sambutannya di acara Dies Natalis ke-3 UICI yang digelar di Perpustakaan Nasional RI, Senin (15/01/2024) kemarin.

“Bapak dan Ibu, kita telah menyaksikan peningkatan dalam kualitas pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kemitraan. Namun tentunya kita tidak boleh cepat puas. Perjalanan kita belum berakhir. Baru kita, we have just started,” kata Prof. Siti.

Ia mengungkapkan inovasi pendidikan tidak hanya tentang adopsi teknologi terbaru, tapi juga tentang pengembangan keterampilan kritis, kreatif, dan kemampuan adaptasi.

Untuk itu, ia berharap UICI dapat terus memberikan pengalaman belajar yang menstimulasi pikiran, mengajarkan keterampilan yang relevan, dan membuka pintu peluang untuk meraih masa depan yang sukses.

Ditambahkannya, dalam tiga tahun perjalanannya, UICI telah melakukan capaian yang luar biasa. Usia tiga tahun ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi.

“Kita tidak hanya puas bahwa kampus digital yang dikreasikan dan diciptakan oleh para alumni kita (HMI), para guru besar, para doktor kita, intelektual kita, itu tidak sekadar ada,” katanya.

Menurut Prof. Siti, UICI ke depan harus bertumbuh kembang, alumninya memberikan kontribusi yang nyata untuk bangsa.

UICI diharapkan mampu melakukan transfer pengetahuan dan kreativitas, dan kata kuncinya adalah inovasi.

“Jadi bukan business as usual, tapi ini adalah satu introduksi atau pengenalan gaya-gaya baru dalam pendidikan digital itu,” tegas Prof. Siti.

Dijelaskan Prof. Siti, UICI telah berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan, menjembatani tradisi dengan teknologi, dan mengintegrasikan kearifan lokal dengan visi global.

“Jadi ini luar biasa. Tidak hanya yakin usaha sampai yang abstrak, tapi konkrit,” imbuhnya. (YAKUSA.ID-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *