YAKUSA.ID – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengajak mahasiswa meningkatkan literasi digital dan melawan penyebaran hoaks melalui penguatan nilai-nilai Pancasila. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Nasional Bahasa Indonesia dan Pancasila bertema “Cerdas Bermedia, Santun Berbahasa: Literasi Digital Berbasis Nilai-Nilai Pancasila” pada 14 Oktober 2026.
Seminar tersebut diikuti 290 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Airlangga (UNAIR).
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. Prakoso, M.M., Analis Kebijakan Ahli Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, serta Dr. Maryanto, M.Hum., dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Turut hadir Wakil Rektor III UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si., dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Prof. Dr. Ir. Yenni Wuryandari, M.P.
Ketua Pelaksana, Dr. Taufikurrahman, mengatakan seminar tersebut tidak hanya menjadi forum untuk memperluas wawasan tentang literasi digital, tetapi juga sarana melatih mahasiswa agar mampu menggunakan media sosial secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kemampuan memeriksa kebenaran informasi, memahami konteks pesan, serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun menjadi semakin penting di tengah maraknya disinformasi dan hoaks.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih mahasiswa agar benar-benar mampu memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif. Di tengah maraknya disinformasi dan hoaks, mahasiswa harus memiliki kecakapan untuk memeriksa kebenaran informasi, memahami konteks pesan, serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun dan tidak memicu perpecahan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas bermedia sosial,” ujar Taufikurrahman.
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun ruang digital yang sehat. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berperan sebagai agen literasi digital yang membantu masyarakat mengenali informasi menyesatkan.
Selain itu, mahasiswa didorong untuk ikut mencegah penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, dan polarisasi sosial yang berpotensi mengganggu persatuan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut seminar, UPN “Veteran” Jawa Timur mengembangkan **Project Aksi Pancasila** yang menjadi bagian dari tugas akhir mata kuliah Pancasila. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong melaksanakan kegiatan literasi digital di sekolah-sekolah.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa akan mengajak peserta didik mengenali dan menyikapi hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta polarisasi sosial, khususnya di media sosial.
Program ini dirancang untuk menghubungkan pembelajaran Pancasila di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoretis, tetapi juga mengembangkan kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan tanggung jawab sosial melalui interaksi langsung dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.
Pesan kebangsaan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yakni “Jas Merah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” turut menjadi pengingat dalam kegiatan tersebut. Generasi muda diharapkan mampu menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk membangun masa depan bangsa sekaligus berkontribusi nyata bagi Indonesia.
Melalui seminar dan Project Aksi Pancasila, UPN “Veteran” Jawa Timur menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan Pancasila, literasi digital, dan pembinaan karakter bela negara.
Ruang digital diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga sarana mencerdaskan kehidupan bangsa, menyebarkan informasi yang benar, membangun komunikasi yang santun, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan kegiatan, “Dari kampus kita bergerak, ke sekolah kita mengabdi, bersama masyarakat kita mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Cerdas bermedia, santun berbahasa, berkarakter Pancasila, dan berjiwa bela negara.






