22 Oktober 2021

Asran Siara Resmi Pimpin BAKORNAS LAPENMI PB HMI

YAKUSA.ID – Badan Koordinasi Nasional (BAKORNAS) Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) resmi memiliki ketua baru melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) III di Graha Insan Cita, Depok, Senin (11/10/2021).

Kegiatan yang sebelumnya dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Raihan Ariatama sejak tanggal 8 Oktober 2021 menetapkan Asran S. Pd., M. Pd sebagai Formatur Direktur Eksekutif BAKORNAS LAPENMI PB HMI.

Diketahui, Asran meraih gelar Sarjana di Universitas Negeri Makassar pada Tahun 2016, kemudian menyelesaikan studi Pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Jakarta Tahun 2019 dan saat ini menempuh jenjang Pendidikan Doktoral (S3) di Universitas Negeri Jakarta.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah memberikan kepercayaan memimpin BAKORNAS LAPENMI PB HMI.

“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk membesarkan BAKORNAS LAPENMI PB HMI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asran mengajak kepada semua kader untuk menjadikan LAPENMI PB HMI sebagai laboratorium pendidikan bagi seluruh kader Himpunan Mahasiswa Islam.

“Mari kita sama sama menjadikan BAKORNAS LAPENMI PB HMI sebagai laboratorium pendidikan bagi kader Himpunan Mahasiswa Islam, kita akan elaborasi semua potensi yang ada untuk mewujudkan SDM unggul melalui pendidikan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketum PB HMI, Raihan Ariatama mengatakan, di tengah era digital saat ini, perlu keterlibatan seluruh pihak, terutama kaum muda.

“Indonesia berkewajiban memajukan dunian pendidikan. Pertama, memajukan SDM yang berkualitas, kemudian bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),” katanya.

Ia beranggapan, IPTEK tidak mampu berjalan dengan baik ketika sumber daya manusia (SDM) tidak berkualitas. Hal ini yang menjadi target dan sasaran Bakornas Lapenmi PB HMI.

“Maka ini perlu diperhatikan Lapenmi PB HMI, harus mengedukasi masyarakat dan mampu mengesploitasi diri. Maka dibutuhkan akselerasi dalam menunjang pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

(*)