28 Juli 2021

Bintang di Matamu

Oleh: Aisha Fabella (Kohati Cabang Malang, Komeko UM)

Pagi hadir, menemani membuat mimpi semalam jadi nyata.
Meski realita selalu penuh paradoksal, kata-kata rupa umpama.
Tapi perempuan tetap penuh kehangatan.

Semesta sudah mengingatkan, bahwa akan ada harga untuk semua pencapaian.
Banyak cabang meranting di setiap keputusan, hingga menyublim deru nafas pejuang.
Tapi perempuan selalu ingin mengupayakan.

Banyak orang bijak melegitimasikan bahwa hasil tidak mengkhianati usaha meski sering berbalik kata.
Yang demikian bukanlah ketetapan, hanya saja sebab akibat layak dibenarkan.
Tapi perempuan masih percaya pada pengharapan.

Untuk setiap saat pipi basah sebelum malam sepi.
Akan ada perayaan keheningan meski mengkultuskan ramai sudah berulang.
Kepedihan tidak pernah abadi, tapi segala bentuk sembah sujud akan ada selamanya.
Dan perempuan selalu punya kekuatan untuk menerima kehendak Tuhan.