22 Oktober 2021

BPL HMI Cabang Pamekasan Gelar Senior Course, setelah Vakum Kaderisasi lebih dari Satu Dekade

Suasana di forum Senior Course BPL HMI Cabang Pamekasan tahun 2020.


Yakusa.id – Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pertama kali dibentuk pada 12 Rabiul Awal 1426 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 2 Mei 2004 dengan nama LPL yang kemudian pada tanggal 20 Februari 2006 berubah nama menjadi BPL disahkan pada Kongres HMI ke XXV di Makassar.

BPL adalah badan pembantu HMI (pasal 2 PD BPL HMI) yang berkedudukan di tingkat Pengurus Besar HMI (PB HMI) dan berkedudukan di tingkat HMI Cabang (pasal 3 PD BPL HMI). 

Walaupun BPL hanya sebagai badan pembantu di HMI, namun BPL mempunyai tugas, wewenang dan tanggungjawab yang sangat sentral dan berat di HMI lebih-lebih dalam urusan proses kaderisasi di HMI.

Di HMI Cabang Pamekasan, BPL pertama kali dibentuk pada masa kepemimpinan Sulaisi Abdurrazaq periode 2009-2010 silam. Pada masa itu, ketua Umum BPL HMI Cabang Pamekasan dikomandani oleh Aziz Maulana.
Dengan harapan kader-kader HMI terserap dan tidak ada potensi yang tidak terakomodir di struktur sesuai talenta dan disiplin ilmunya yang dimiliki para kader saat itu.

“Pada masa itu pula, pelaksanaan Senior Course (SC) pertama kali digelar. Dengan tujuan untuk menguatkan kematangan para pengurus dan anggota BPL itu sendiri. Selain juga untuk menambah jumlah kader yang fokus sebagai pengelola perkaderan,” kata Achmad Ezzuddin, Ketua Umum BPL HMI Cabang Pamekasan Periode 2019-2020, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan, selepas itu, tidak ada lagi proses kaderisasi (Senior Course) yang dilakukan oleh pengurus BPL setelahnya. “Lebih dari satu dekade lamanya BPL HMI Cabang Pamekasan tidak mengadakan SC. Dan Alhamdulillah, di tahun ini kami dapat merealisasikannya,” ungkapnya.

Sekalipun, kata Ezzu panggilan akrab Achmad Ezzuddin itu, pelatihan SC yang sebenarnya diagendakan terealisasi pada pertengahan tahun 2019 tertunda hingga akhirnya terlaksana di awal tahun 2020 ini.

“Alhamdulillah, sekalipun banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi sebelum akhirnya SC bisa tergelar dan berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Dijelaskan, diadakannya SC di masa kepemimpinannya ini tidak lain juga karena melihat sumber daya manusia (SDM) instruktur se-Nusantara, khususnya di HMI Cabang Pamekasan masih dapat dikatakan sangat minim.

“Padahal, instruktur ini sangat penting di tubuh HMI. Apabila instruktur HMI sedikit dan bahkan tidak ada, maka tidak menutup kemungkinan organisasi yang besar ini akan bubar,” paparnya.

“Namun, jika para instruktur tetap eksis mengawal kaderisasi di tubuh himpunan dan BPL di setiap cabang mengadakan SC, InsyaAllah HMI akan tetap ada dan berdaya,” imbuhnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Ezzu menjelaskan, diadakannya SC di tahun ini tidak lain untuk merawat kaderisasi di tubuh HMI. Sebab, dari BPLlah lahir kader-kader militan dan profesional yang dapat mengharumkan dan mengibarkan nama HMI.

“Juga untuk menunjukkan bahwa HMI di Pamekasan, proses perkaderannya masih berjalan dan mampu memberikan contoh perkaderan bagi BPL di cabang-cabang yang lain,” ucapnya.

Kemudian, Ia berharap, para peserta SC kali ini, sepulangnya dari Pamekasan dapat mengemban amanah dalam merawat perkaderan di cabangnya masing-masing.

“Untuk BPL Cabang Pamekasan sendiri, kami berharap nantinya bisa memberikan kontribusi terhadap HMI baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Serta dapat menjawab tantangan zaman,” katanya penuh harap.

Untuk diketahui, instruktur di HMI Cabang Pamekasan mengalami peningkatan. Hingga saat ini, jika ditambah dengan para calon instruktur yang baru ikut SC kesemuanya berjumlah sekitar 12 orang instruktur yang tersebar di beberapa komisariat. (sin/ron)