11 April 2021

Diduga Keluarkan Hibah Kendaraan Bodong, HMI Kota Tual Desa DPRD Panggil BPMD

Yakusa.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Tual mendesak DPRD Tual memanggil BPMD untuk mempertanggungjawabkan hibah motor Tahun 2018 yang hingga saat ini belum juga memiliki surat Motor.
“Kami juga mendesak kepada pihak kepolisian agar segera menangani masalah motor yang dikeluarkan oleh BPMD ini dengan baik dan benar,” kata koordinator aksi , Yasir Nuhuyanan dalam demo di depan Gedung DPRD Kota Tual, Selasa (18/2/2020).
HMI Tual mendesak DPRD Kota Tual segera memanggil Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kota Tual karena diduga kendaraan motor yang dikeluarkan oleh dinas PMD kota Tual adalah motor bodong yang tidak memiliki legalitas yang jelas.
Massa juga mengancam apabila DPRD Kota Tual tidak menyikapi tuntutan dalam jangka waktu Selasa 18 Februari sampai dengan 25 Februari 2020, akan kembali mengelar aksi yang lebih besar .
HMI Kota Tual, masuk secara paksa kedalam ruang sidang utama sidang kantor DPRD Kota Tual selanjutnya mencoret dinding bangunan kantor DPRD .
Anggota DPRD Kota Tual Aisa Renhoat dan Kabag Persidangan DPRD Kota Tual Rusdi Retob didampingi oleh Wakspolres Malra Kompol Deny Ubro dan Kabag Ops Polres Malra tiba di kantor DPRD kota Tual selanjutnya melakukan koordinasi dengan pendemo.
“Saat ini Ketua DPRD Kota Tual bersama sebagian orang Anggota sedang melaksanakan tugas keluar daerah, Sampai dengan saat ini pihak DPRD Kota Tual belum pernah menerima surat pemberitahuan terkait dengan akasi dari HMI kota Tual,” kata Renhoat.
Renhoat menghimbau kepada masa aksi agar jangan merusak fasilitas kantor DPRD karena sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Pendemo kemudian meninggalkan ruang sidang kantor DPRD Kota Tual selanjutnya melaksanakan aksi di perempatan tugu Maren depan kantor DPRD kota Tual. Tidak berselang lama, Pendemo kembali masuk ke halaman kantor DPRD untuk melaksanakan aksi.
Anggota DPRD Kota Tual Hasim Rahayaan yang menjumpai pendemo menyatakan sesuai dengan aturan maka bahwa jam kerja DPRD Kota Tual mulai pada pukul 08.00 WIT sampai dengan pukul 15.00 WIT.
“Untuk itu jika adik-adik tetap ingin untuk bertahan di gedung DPRD, maka dapat berkoordinasi dengan pihak keamanan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Pimpinan DPRD Kota Tual yang kemudian menjumpai pendemo, selanjutnya mendengar dan menandatangani tuntutan aksi serta tanggapan yang bersedia menerima tuntutan yang disampaikan, selanjutnya akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. (Tribunmaluku/*)