2 Agustus 2021

Dukung Ekstensifikasi Pertanian, PB HMI Minta Pemerintah Libatkan Fresh Graduate Pertanian

Foto (Wakil Bendahara Umum PB HMI, Sadam Syarif)

Jakarta, Yakusa.Id – Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pemerintah melibatkan lulusan fakultas dan Politeknik pertanian dalam mendukung program ekstensifikasi pertanian dalam rangka mendorong ketahanan pangan nasional.

“Fresh graduate fakultas pertanian dan khususnya Politeknik Pertanian kita sangat bisa diandalkan untuk memastikan program ekstensifikasi ini berjalan efektif dengan pendekatan intensifikasi yang tepat,” ungkap wakil bendahara umum PB HMI Sadam Syarif di Jakarta pada Minggu (10/05/2020).

Menurutnya, stok SDM pertanian Indonesia sejak lama mengalami surplus dan nyaris tidak pernah dimanfaatkan oleh negara secara tepat. Sementara kita lebih suka mengimpor bahan pangan dan tidak bersedia bekerja sama dengan lulusan fakultas pertanian.

“Akan menjadi momentum kebangkitan pertanian Indonesia yang sustainable, jika agenda ekstensifikasi ini diintensifkan dengan kehadiran SDM pertanian yang fresh dan unggul dari kampus-kampus pertanian”, ujar Sadam.

“Meski terlambat, PB HMI mendukung penuh kebijakan yang menjanjikan masa depan ketahanan pangan nasional ini, dengan syarat melibatkan calon-calon petani muda terdidik dan unggul Indonesia”, tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan sejumlah kementerian dalam Kabinet Indonesia Maju untuk membuka lahan persawahan baru di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai upaya mengantisipasi krisis pangan karena kekeringan. Targetnya 900.000 hektare (Ha) lahan persawahan baru yang memanfaatkan lahan gambut.

“Pandemik covid-19 telah menggugah kesadaran kolektif kita sebagai warga dari negara agraris yang kaya dan subur, untuk kembali membangun dan merawat apa menjadi warisan paling berharga para leluhur, dengan mempercayakan agenda strategis ini kepada pemuda”, tutupnya. (*)