Menu

Mode Gelap

Opini · 1 Okt 2021 10:28 WIB ·

Ekonomi Kerakyatan: Sebuah Konsep Bernegara Dengan Persfektif Ekonomi


 Ekonomi Kerakyatan: Sebuah Konsep Bernegara Dengan Persfektif Ekonomi Perbesar

Oleh: Yoga Ahmad Fauzi

Munculnya ideologi Negara-Bangsa pada akhir abad ke 19 mengakibatkan banyak Negara yang berdiri.

Dunia hari ini dipenuhi dengan Negara – Negara yang bermula dari kesamaan sejarah dan cita – cita hidup. Sehingga melahirkan sebuah bangsa dan bertransformasi sebagai Negara dengan batas – batas territorial yang jelas. Tujuan didirikannya suatu Negara agar bisa melindungi dan menjaga kedaulatan rakyatnya. Sekaligus menjadi tempat rakyatnya menjalani proses kehidupan dengan damai.

Akibat dari munculnya ideologi Negara-bangsa ini mengakibatkan sikap nasionalisme bagi rakyatnya. Nasionalisme adalah suatu paham dimana rakyat dituntut untuk membela dan menjaga kedaulatan negaranya. Sikap nasionalisme adalah sikap cinta dan berani mati demi negaranya. Bahkan dengan adanya sikap nasionalisme, orang – orang pada hakikatnya bekerja demi negaranya.

Negara hadir atas tergabungnya beberapa komunitas masyarakat. Hadirnya Negara ditengah – tengah masyarakat sejatinya tidaklah langsung dengan perangkat yang utuh. Melainkan perlu diisi ruang – ruang kosong agar menjadi Negara yang ideal. Ruang – ruang kosong itu bisa meliputi sektor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Tentunya dengan berbagai problem yang dihadapi, Negara harus siap mengatasi itu semua dengan berbagai cara.

Salah satu tokoh pahlawan Indonesia yaitu Mohammad Hatta adalah seorang pemikir dalam bidang ekonomi. Hatta adalah pencetus istilah system ekonomi kerakyatan. konsep ekonomi kerakyatan adalah sebuah konsep politik-perekonomian yang memusatkan pembangunan pada rakyat. Bentuk yang lebih kongkrit dari pemikiran Hatta tertuang dalam koperasi sebagai medium pencapaian hasil, tanpa mengesampingkan peranan pasar dan Negara.

Menurut Fadli Zon dalam disertasinya konsep ekonomi kerakyatan yang digagas Hatta dipengaruhi oleh tiga jenis tradisi. Pertama, tradisi minangkabau, tenpat asal Hatta dilahirkan, yang kedua, tradisi Islam, dan tradisi Eropa. Konsep ekonomi kerakyatatan ini menjadi antitesa dari pergulatan pemikiran ideologi Komunisme dan Liberalisme. Konsep pemikiran Hatta hari ini terejawantah dalam UU 1945 pasal 33 dan penempatan koperasi dalam perekonomian Indonesia.

Karena pada dasarnya konsep ini mengakomodir dan bertumpu pada keinginan rakyat, maka sejatinya jika konsep ini diterapkan akan berakibat kepada kecintaan kepada negeri sendiri, artinya meningkatkan rasa nasionalisme.

Walaupun juga tidak mengesampingkan terhadap pasar internasional, tapi fokusnya tetap pada rakyat. Kenapa koperasi menjadi pilihan Hatta dalam suksesi dari pemikirannya? Pertama, koperasi adalah sebuah system perekonomian yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya. Bahkan tujuan koperasi sangat sederhana, yaitu kesejahteraan dari anggotanya agar bisa memenuhi kebutuhan bersama.

Asas hukum dari koperasi adalah asas kekeluargaan. Itu artinya keuntungan yang didapat oleh koperasi akan dikelola untuk kemajuan dan perkembangan dari koperasi itu sendiri dan dibagikan pada anggota aktif. Modal untuk pembentukan koperasi juga didapat dari patungan tiap anggota koperasi. Sehingga jalannya usaha ini harus menyesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan dari anggotanya.

Pada pelaksanaannya koperasi memiliki lima prinsip dasar. Pertama, keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka bagi siapapun. Artinya tidak ada paksaan bagi siapapun untuck bergabung kedalam keanggotaan koperasi. Kedua, pengelolaan dilakukan secara demokratis. Pengambilan arah dan tujuan koperasi harus dilakukan berdasar pada musyawarah. Ketiga, kebebasan dan otonomi. Karena modal koperasi berasal dari iuran anggotanya, maka koperasi memiliki kekuasaan tersendiri mau dibawa kearah mana sesuai dengan keinginan anggotanya. Keempat, pengembangan pendidikan, pelatihan dan informasi. Sudah menjadi keharusan bahwasanya koperasi harus bisa memberikan edukasi bagi anggotanya, sekaligus menjadi medium berlatih bagi para anggotanya.

Ketika konsep koperasi ini sudha diterapkan secara maksimal, maka ekonomi suatu Negara akan kuat karena rakyatnya memiliki pera penting dalam pertumbuhan ekonomi.

*Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

In Memoriam: Syafi’i Maarif dan Isu Peradaban Spritual

27 Mei 2022 - 15:00 WIB

Viryan Aziz, Sahabatku

21 Mei 2022 - 18:38 WIB

Singapura dan Penangkalan UAS

18 Mei 2022 - 18:06 WIB

Bincang Teknologi Stabilitas Air Laut, Sabar AS Siap Kolaborasi dengan AS Institute

18 Mei 2022 - 05:16 WIB

HMI Cabang Pamekasan Takut, Hidup atau Matipun Patut

15 Mei 2022 - 15:51 WIB

King Maker Peradaban: Sinergisasi KAHMI dan Kader HMI dalam Peran Kekhalifahan

11 Mei 2022 - 05:30 WIB

King Maker Peradaban
Trending di Opini