11 April 2021

HMI Cabang Bogor Buat Pestisida Alami dari Putung Rokok

Yakusa.id – Bidang Lingkungan Hidup (BLH) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor melakukan kegiatan pembuatan pestisida alami dari sampah puntung rokok sekaligus dalam rangka menyambut hari peduli sampah nasional, di GSMI HMI Cabang Bogor.
Objek kegiatan tersebut yaitu berupa tanaman cabai dan bibit bunga matahari yang terserang hama dan penyakit.
Kabid LH HMI Cabang Bogor, Yopin mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu peluang besar yang dapat membantu petani untuk menghemat biaya produksi sekaligus sebagai upaya mengurangi sampah di lingkungan sekitar.
“Mengingat bahwa sampah puntung rokok ini sangat mudah didapatkan, dan penggunaan pestisida alami ini bisa digunakan pada tanaman holtikultura maupun tanaman buah seperti apel dan lainnya,” katanya, Sabtu (22/2/2020).
Ia menjelqskan, cara penggunaannya yaitu diantaranya, cairan puntung rokok dicampur dengan air biasa menggunakan perbandingan 1:2, kemudian pestisida limbah puntung rokok disemprotkan pada tanaman sekitar 3 kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.
“Walaupun pestisida ini bersifat nabati, kita harus tetap membersihan hasil panen sayur maupun buah, sama halnya dengan pestisida alami lainnya. Agar hasil panen tersebut bisa dikonsumsi dalam keadaan besih,” katanya menjelaskan.
Kelebihan penggunaan pestisida alami dari sampah puntung rokok ini, kata Yopin, antara lain, mencegah kehadiran hama karena baunya yang menyengat, merusak syaraf hama, mengacaukan sistem hormon hama, mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri, “serta dapat menyebabkan gangguan metamorfosa dan gangguan bagi serangga,” ujarnya.
Yopin melanjutkan, limbah puntung rokok memiliki kandungan nikotin, fenol, dan eugenol yang masing-masing memiliki peran dalam mengendalikan hama pada tanaman. 
“Nikotin bersifat racun bagi organisme (Dayan dan Duke, 2003), sedangkan berdasarkan penelitian Manohara et al. (1993) dan Vaya et al. (1997) menyatakan bahwa eugenol dan fenol berperan efektif dalam mengendalikan patogen tanaman,” paparnya (Lead.co.id/*)