Menu

Mode Gelap

Opini · 15 Mei 2022 15:51 WIB ·

HMI Cabang Pamekasan Takut, Hidup atau Matipun Patut


 HMI Cabang Pamekasan Takut, Hidup atau Matipun Patut Perbesar

Oleh: Ummu Diana Munawwarah*

Berbicara persoalan HmI seakan-akan tidak ada habisnya, mulai dari dijudge sebagai organisisasi Muhammadiyah bahkan dianggap sebagai organisasi yang sesat.

Tak banyak yang tahu dan menyadari bahwa sekelumit argumentasi yang ada itu hanyalah omong kosong belaka ingin menjatuhkan organisasi mahasiswa Islam perdana yang ada di Indonesia yaitu berdiri 18 bulan setelah kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Rasanya sudah tak dapat diragukan lagi bahwa sekarang HmI telah melahirkan banyak orang-orang besar dan berpengaruh di negri ini. Tak ayal banyak oknum-oknum yang berkepentingan aneh bernaung di bawah bendera sejuk dan adem.

Hal ini justru mengelitik saya sebagai anggota atau kader HmI yang senantiasa cinta terhadap semua hal yang berbau hijam-hitam, senter terdengar bahwa saat ini HmI Cabang Pamekasan sudah tidak mampunyai jenis kelamin dikarenakan tidak adanya upaya penjelasan prihal jabatan ketua umum KOHATI atau apalah itu yang menyangkut Korps HmI-Wati

Tulisan ini bukan mau menelaah prihal ketidakjantanan pengurus HmI cabang akan persoalan KOHATI, namun membahas lebih lanjut akan taring tajam pemangku kebijakan tertinggi yang ada di kotaku saat ini.

Semenjak ditetapkannya sebagai penguasa rasanya tidak ada kemajuan signifikan yang dilakukan pihak berwenang ini bahkan kami mendapatkan kejutan paling menakjubkan di awal kepengurusan dengan dilayangkannya surat pemecatan terhadap segelintir orang yang memegang peranan penting dalam struktural yang ada.

Berdalih apapun itu saya rasa ini kado terindah setelah menanti bergantinya kepengurusan lama ke pengurusan baru. Anehnya lagi ketika ada sebuah program yang di ajukan untuk memajukan legalitas HmI cabang dianggap remeh dan angin lewat saja, malah membuat kegaduhan dengan menantang saya untuk menulis opini ini dengan berucap apakah saya bisa mengomentarikan setara cabang, memang saya katakana bisa walaupun tidak sebagus janji mereka di awal pelantikan.

Akankah perkataan kanda Agus Salim Sitompul tentang 44 indikator kemunduran HmI salah satunya di lakukan oleh aparat pengurus cabang, atau mungkin cabang di jadikan tameng untuk meningkatkan kehancuran? Saya bingung mendefinisikan mereka-mereka yang saat ini bangga menjadi anggota cabang.

Menjual jati diri, tidak mengurus perkaderan yang baik, program kerja yang kesana kemari, lambat datang saat pembukaan LK I, tidak mengisi materi sesuai tugas bahkan sekolah kepemimpinan yang di adakan oleh ketum PB tak di hiraukan, sadis tidak? Atau mereka merasa jiwa pemimpin itu sudah tertanam bahkan tumbuh sebagai pemeluk kedzaliman yang terbungkus kebaikan dan jabatan.

Jika kalian ingin berbenah segeralah, sungguh saya muak dengan muka-muka sok suci.

Atau kalian sedang tuli tidak bisa mendengar apa yang telah di utarakan kader-kader komisariat di bawah kalian, atau hati, pikiran, akal kalian sudah mati layak mumi yang tidak mampunyai idoelogi.

Saya lupa kalian bahwa kami nilai tidak memiliki independensi apalagi ideologi, AD-ART pun sekan argumentasi alibi belaka. Tulisan ini bukan berarti saya benci atau tidak suka prihal kalian sebagai penerima jabatan. Tapi, bukan berate saya juga setuju akan hal yang kalian lakukan selama ini, ini hanyalah bentuk apresiasi akan kinerja kalian dalam memperkeruh suasana.

Kalau anggota cabang berani menantang saya untuk menulis ulasan remeh yang tiada berarti, izinkan saya UMMU DIANA MUNAWWARAH kader HmI Cabang Pamekasan meminta para penguasa yang sudah tercantum dalam SK yang telah di bacakan Sekjen PB HMI pada pelantikan orang-orang hebat dan berpengaruh ini mengikuti dan dinyatakan lulus dari Latihan Kader II (Intermediate Training) selama-lamanya akhir bulan Mei ini, karena selain itu adalah permintaan kecil dari saya, rasanya itu adalah kewajiban kalian yang telah membentur peraturan yang ada. Atau mau saya buatkan jurnal, artikel atau apapun itu untuk mempermudah kalian ini bisa mengikuti LK II.

*Ketua Umum Kohati IAI AL-KHAIRAT Periode 2021-2022

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

In Memoriam: Syafi’i Maarif dan Isu Peradaban Spritual

27 Mei 2022 - 15:00 WIB

Singapura dan Penangkalan UAS

18 Mei 2022 - 18:06 WIB

King Maker Peradaban: Sinergisasi KAHMI dan Kader HMI dalam Peran Kekhalifahan

11 Mei 2022 - 05:30 WIB

King Maker Peradaban

Rasionalitas Akal Perspektif Nas

30 April 2022 - 23:26 WIB

Membangun Jembatan yang Sudah di Ambang Putus

28 April 2022 - 18:18 WIB

Ada apa dengan La Nyalla?

28 April 2022 - 16:31 WIB

Trending di Opini