11 April 2021

HMI Minta Pemkot Bandung Serius Tangani Pandemi Covid-19

Yakusa.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung minta Pemerintah Kota (pemkot) Bandung serius menangani pandemi wabah virus Corona atau Covid-19.

Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi HMI Cabang Bandung, Muhammad Ramdan Maulana menyampaikan bahwa Pemkot Bandung untuk secara kongkrit, terstruktur, dan masif dalam pencegahan, penanganan Covid-19.

“Setiap mengambil kebijakan dan pernyataan tolong dipikirkan dampak sosialnya, sehingga kebijakannya benar-benar menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru,” ucapnya di Bandung, Sabtu (04/04/2020).

Hal ini, kata Ramdan, sejalan dari pernyataan Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada yang menyatakan, jika ada yang pulang ke Bandung dari wilayah-wilayah pandemi, tidak mau melapor ke RT/RW, maka bisa dikenai hukuman. Karna tindakan tersebut sudah termasuk tindak pidana ringan.

Menurut Ramdan, apa yang di sampaikan oleh Mujahid Syuhada itu suatu gagal paham dan gagal pikir, karena tidak memahami poin dari ucapannya sendiri dengan mengangkat UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantiaan Kesehatan, yang saya beri garis bawahi adalah mengenai dikenai hukuman yang masuk tindak pidana ringan.

“Menurut saya itu statement yang sangat arogan dan tak mendasar karena Pemerintah Pusat belum menetapkan karantina wilayah sehingga apa yang dia sampaikan adalah nol besar,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjt Ramdan, keluhan soal ekonomi menjadi perlu di perhatikan serius. Pasalnya pekerja di kalangan buruh saat ini dihantui PHK, kemudian juga pekerja upah harian, pedagang kaki lima, serta sopir angkutan dan pekerja lepas.

“Saya pikir pihak Pemkot Bandung terkhususnya Walikota Bandung pun harus memperhatikan mereka juga, walau bagaimanapun mereka adalah rakyat dari Walikota Bandung juga,” ucapnya.

“Jika masih lambat dalam penanganan dan pencegahan Pandemi Covid-19 ini dan tidak memiliki strategi yang tepat serta langkah kongkrit terhadap dampak sosial dan ekonominya maka saya pastikan akan muncul kegaduhan di masyarakat yang berdampak pada emosional publik yang mengarah pada kemarahan terhadap pemerintah kota bandung dan akan meningkatnya kriminalitas,” imbuhnya. (Lead.co.id/*)