Menu

Mode Gelap

Opini · 3 Nov 2021 02:53 WIB ·

HMI Sudah Layak Di bubarkan


 HMI Sudah Layak Di bubarkan Perbesar

Penulis: Andreadi Ramadan (Kader HMI Cabang Jambi)

Di Usia yang hampir menginjak 75 Tahun, HMI secara langsung maupun tidak langsung mengawal negara ini semenjak berusia 2 tahun.

Dinamika yang semenjak awal kelahiran sudah muncul membuat HMI dewasa secara pemikiran dan pergerakan, padahal di tahun-tahun krusial untuk mengembangkan Organisasi, HMI diharuskan ikut serta menyumbangkan tenaga dan gagasan.

Tahun 1960-an menjadi klimaks dari bukti nyata kehadiran HMI dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan seperti konsep awal berdirinya HMI , yang kemudian turut melahirkan para pemikir dan tokoh-tokoh bangsa yang mengarungi panjanganya perjalanan orde baru.

Memasuki era reformasi HMI masih menjadi rule model mahasiswa pada era itu hingga menginspirasi banyak pihak untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang baru.

Namun bagaimana wajah HMI hari ini?
Faktanya kejayaan itu tinggal lah dongeng romansa masa lampau yang membuat banyak kader HMI hingga sekarang masih terbuai dan belum bangun dari tidur panjang.

Agus Salim Sitompul telah mewanti-wanti seluruh kader HMI dalam bukunya yang berjudul “44 Indikator kemunduran HMI” yang nyatanya memang benar-benar terjadi, seharusnya sebagai seorang kader mampu kita harus mampu membaca realita yang terjadi.

Orientasi perkaderan HMI tak lagi sama dengan awal didirikannya, yaitu tentang keislaman dan kebangsaan. Terlebih dalam komitmen kebangsaan, tidak ada lagi dampak langsung dari hadirnya HMI yang di rasakan bangsa, hal ini di karenakan kader HMI juga telah meletakkan prioritas itu dalam urutan paling bawah dan lebih mementingkan hal-hal yang tidak dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Lantas kemana perginya kader HMI yang katanya kader umat dan kader bangsa? Umat yang mana dan bangsa yang mana yang di perjuangkan?

Perjuangan yang seharusnya di tujukan kepada bangsa, sekarang hanya memperkenyang beberapa golongan dan gerbong yang menjadikan hmi sebagai alat pemuas hasrat politik dan kepentingan pribadi. Setiap kegiatan yang di adakan oleh HMI di tingkat PB, cabang maupun komisariat hanya sebatas seremonial demi kepentingan eksistensi.

Ujung tombak dari pengabdian HMI yaitu Lembaga Pengembangan Profesi yang di miliki pun kehilangan taring, sehingga LPP turut memperkeruh kondisi HMI sekarang ini, kemudian Sistem perkaderan yang terlalu berlarut-larut dalam pembahasan yang bersifat abstrak dan tak berujung tampak tak mampu menyesuaikan dengan kondisi dan tantangan zaman saat ini, hal ini berakibat pada bobot diskusi yang kolot.

Selain itu tindakan-tindakan Inkonstitusional marak terjadi, sistem kongres dan Konfercab yang berat kepada istana Rezim demi mengamankan dan memuluskan tujuan sehingga berakibat pada penabrakan terhadap konstitusi yang berlaku.

HMI perahu Juang atau Perahu dagang?
Lantas apakah ada pilihan lain selain membubarkan HMI? Mari Berdiskusi.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengurus HMI Cabang Pamekasan Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

19 Januari 2022 - 21:41 WIB

KOHATI Berkomitmen Wujudkan Indonesia Bebas Stunting

19 Januari 2022 - 01:18 WIB

Tuhan Maafkan, Saya Belum berislam

18 Januari 2022 - 06:52 WIB

Choirul Ainiyati, Doktor Ke 9 Alumni HMI di Januari 2022

18 Januari 2022 - 00:46 WIB

35 Peserta Ikuti Kohati Development Program

16 Januari 2022 - 15:56 WIB

HMI Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK terkait Penetapan Wabup Bekasi

12 Januari 2022 - 02:54 WIB

Trending di News