22 Oktober 2021

KAHMI Desak Pemerintah Indonesia Berhanti Berikan Visa Bagi Pemegang Paspor Israel

YAKUSA.ID – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (MW KAHMI Jaya) memaksa pemerintah Indonesia untuk berhenti pemberikan visa bagi pemegang paspor Israel.

Selain itu, KAHMI Jakarta Raya juga akam menggelar aksi solidaritas untuk Palestina menyusul terjadinya kekerasan oleh militer Israel di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, dan Gaza pada Jumat (21/05) mendatang.

“Kami atas nama KAHMI akan mengadakan aksi solidaritas Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS),” kata Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jaya, M. Taufik, di Jakarta, Senin (17/5).

Kedubes AS dituju karena menjadi sekutu terdekat Israel. Ini ditandai dengan sikap “Negeri Paman Sam” yang memblokir langkah Dewan Keamanan (DK) PBB mengeluarkan pernyataan bersama tentang kekerasan yang meningkat secara dramatis di Israel dan Palestina.

“Sikap itu tidak bisa dibenarkan karena serangan Israel sangat brutal. Sampai saat ini, masih terus dilakukan Israel di Jalur Gaza, Palestina,” tegas Taufik.

Selain KAHMI Jakarta Raya, aksi solidaritas rencananya diikuti Majelis Daerah KAHMI Jakarta Utara, MD KAHMI Jakarta Barat, MD KAHMI Jakarta Selatan, MD KAHMI Jakarta Timur, MD KAHMI Jakarta Pusat, MD KAHMI Pulau Seribu, dan Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Jakarta Raya.

“Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dan terbebas dari belenggu penjajahan yang masih dipertontonkan hingga kini,” paparnya. Karenanya, KAHMI mengutuk keras tindakan Israel terhadap Palestina.

KAHMI pun mendukung hak bangsa Palestina untuk membentuk negara di seluruh wilayahnya dengan referendum yang diikuti seluruh rakyatnya. Kemudian, menuntut pemerintah Mesir membuka blokade Gaza dan memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina sehingga memudahkan akses distribusi bantuan kemanusiaan internasional.

Terakhir, KAHMI meminta pemerintah Turki, Mesir, Jordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko memutus hubungan diplomatik, ekonomi, dan militer dengan Israel.

Reporter: Kholisin
Redaktur: Taufik