16 Oktober 2021

KAHMI Malaysia Fasilitasi Pemulangan PMI ke Jawa Timur

Sejumlah pengurus ormas di Malaysia saat membantu memfasilitasi pemulangan PMI dari Malaysia ke Jawa Timur.

YAKUSA.ID – Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Malaysia memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Surabaya, Jawa Timur yang terjaring petugas di negara itu, karena nonprosedural.

“Ada 11 orang PMI yang kami fasilitasi pemulangannya dengan dibantu menguruskan kelengkapan administrasinya,” kata Sekrestaris Majelis Perwakilan KAHMI Malaysia Yuri Buchari yang juga anggota pengurus Aliansi Ormas Indonesia (AOMI) Malaysia itu seperti dilansir jatim.antaranews.com, Sabtu 27 Februari 2021.

Mantan aktivis HMI Komisariat IAIN Madura asal Pamekasan ini menjelaskan, fasilitas pemulangan PMI nonprosedural itu, bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakat di Malaysia, seperti IKMA, APMI, KNPI, KAHMI, IMABA, Kosgoro 57, IKIM, HIMAKA, IWJ, PBM, IMABA, PERSABA, Muslim KL, SBMI dan PERSABA.

Sementara itu, sebanyak 182 orang pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural pulang ke Surabaya, Jawa Tmur, dengan menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu (27/2/2021), pukul 14.00 waktu setempat.

Menurut Tim Khusus Pemulangan Program Rekalibrasi Aliansi Ormas Indonesia (AOMI) Malaysia, Umar Faruk, di antara jumlah penumpang tersebut terdapat empat bayi. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Para pekerja tersebut merupakan peserta Program Rekalibrasi Pulang Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) yang proses pemulangannya diurus AOMI dengan difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur.

Para pekerja datang ke KLIA didampingi oleh masing-masing ormas anggota AOMI yang mengurus pemulangan mereka dari awal mulai dari mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI Kuala Lumpur hingga mengurus “check out memo” di Departemen Imigrasi Malaysia.

“Pemulangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pemulangan tahap pertama ke Surabaya dengan menggunakan pesawat carter Citilink dan pemulangan ke Medan dengan menggunakan pesawat carter Malindo Air,” katanya.

Umar Faruk mengatakan proses pemulangan kali ini relatif lancar dan ada satu yang batal karena hasil tes-nya positif COVID-19.

“Ada yang terlambat ‘check in’ karena tidak membaca ‘update’ informasi bahkan penerbangan yang dijadwalkan pukul 16.00 sore dimajukan menjadi pukul 14.00 siang tetapi Alhamdulillah semua bisa dikondisikan,” katanya.

Dia mengatakan pemulangan tahap berikutnya ke Surabaya akan dilaksanakan pada (6/3) dengan menggunakan pesawat carter. Ikut menyertai pemulangan para pekerja tersebut Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Hermono, Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat dan Koordinator Fungsi Konsuler, Rijal Al Huda. (YAKUSA.ID/Yuri/KAHMI Malaysia)