17 Mei 2021

Kesalahan Penginternasionalan Nama PB HMI

Oleh: Mita Handayani (Mahasiswa Sastra Inggris Unand dan Pj Ketum HMI Korkom Unand)

Himpunan Mahasiswa Islam atau biasa disebut HMI adalah organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada tanggal 5 Februari 1947. Para kader HMI dikenal rapi, taat, dan patuh terhadap administrasi organisasi. Akan tetapi, ada satu kejanggalan dalam kop surat organisasi yang disebut sebagai harapan masyarakat Indonesia (HMI) oleh Jendral Sudirman ini. Kejanggalan itu terdapat pada kesalahan penerjemahan nama organisasi HMI ke dalam bahasa asing (bahasa Inggris).

Pada bagian kop surat pengurus besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu memuat beberapa informasi penting, yakni nama organisasi: Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Central Executive of Islamic Association of University Students). Di bawah nama organisasi terdapat alamat sekretariat, alamat situs web, dan nomor telepon. Lucunya, penerjemahan ini tidak senada dengan papan nama yang dipajang di sekretariat PB HMI. Di sana, PB HMI diterjemahkan menjadi Central Executive Association Islamic of University Students. Hal ini menunjukkan inkonsistensi para pengurus PB HMI dalam pemakaian nama organisasi dalam bahasa asing.

Jika frasa Central Executive of Islamic Association of University Students yang tertera pada kop surat PB HMI diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka akan terdengar aneh, janggal, dan tidak sesuai dengan struktur bahasa Indonesia. Frasa ini akan memiliki arti Eksekutif Pusat Himpunan Islam Mahasiswa Universitas. Kemudian, frasa Central Executive Association Islamic of University Students yang terpampang di kantor PB HMI akan menghasilkan terjemahan Eksekutif Pusat Islam Himpunan Mahasiswa Universitas. Terdengar lebih aneh lagi, bukan?

Penulis mengamati bahwa ada kesalahan dalam penerjemahan nama PB HMI ke dalam bahasa Inggris yang dilakukan oleh oknum himpunan yang tidak bertanggung jawab. Jika ditelaah dengan metode penerjemahan, maka nama PB HMI dapat diterjemahkan dengan mencari padanan kata yang tepat dalam bahasa Inggris. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode cultural equivalent. Menurut Newmark (1988), metode cultural equivalent adalah metode yang digunakan untuk menemukan padanan kata budaya antara bahasa sumber dan bahasa target. Newmark juga menambahkan bahwa nama organisasi adalah salah satu dari lima kategori penerjemahan yang bisa digunakan dengan metode ini. Maka dari itu, bahasa Inggris yang tepat untuk frasa PB HMI adalah Executive Board of Islamic Student Association. Menurut Law Insider (situs untuk mencari definisi istilah, klausa, dan perjanjian), executive board berarti badan/lembaga, apapun namanya, yang ditunjuk dalam deklarasi untuk bertindak atas nama asosiasi. Badan ini dijalankan oleh perwakilan dari lembaga anggota Dewan Koordinasi Daerah. Hal ini senada dengan pengertian dan tupoksi dari PB HMI. Sementara itu, frasa Islamic Student Association adalah frasa yang sepadan dengan frasa Himpunan Mahasiswa Islam. Frasa central executive tidak cocok digunakan untuk menerjemahkan frasa pengurus besar karena frasa ini biasanya digunakan dalam istilah psikologi. Yusdiyanti (2017) mengatakan bahwa central executive berperan untuk mengalokasi atensi dan kognitif di dalam otak. Hal tersebut diperantarai oleh lobus frontalis. Hal ini membuktikan bahwa frasa central executive tidak sepadan jika digunakan untuk menerjemahkan kata pengurus besar dalam sebuah organisasi. Di samping itu, frasa PB HMI juga bisa diterjemahkan menjadi Executive Board of Islamic Students’ Association dan Executive Board of Islamic Students Association. Ketiga frasa ini mempunyai makna yang sama.

Kata student dengan menggunakan tanda apostrof (‘) memiliki maksud penekanaan kepunyaan terhadap organisasi. Artinya, organisasi ini adalah organisasi yang dimiliki oleh mahasiswa yang memiliki latar belakang Islam. Dalam bahasa Inggris tanda apostrof (‘) dapat digunakan untuk 3 hal yakni untuk singkatan, kepunyaan, dan menjamakkan. Dalam kasus ini, tanda apostrof mengambil peran sebagai kepemilikan. Kemudian, kata student yang ditulis secara singular (student) maupun plural (students) dalam frasa Muslim Student Association sebenarnya tidak menjadi persoalan dalam hal ini. Kata students jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi mahasiswa-mahasiswa. Artinya, ada banyak mahasiswa yang berhimpun dalam organisasi ini. Sementara itu, kata student berarti mahasiswa saja. Logika bahasanya, sudah pasti tidak hanya satu mahasiswa dalam organisasi tersebut karena ada kata himpunan (association) yang melengkapinya.

Kata university juga tidak perlu digunakan lagi. Hal ini karena kata tersebut sudah diwakili oleh kata student. Bahasa Inggris tidak memiliki padanan kata untuk orang yang belajar di perguruan tinggi (baca: mahasiswa). Mereka hanya memiliki satu kata untuk menyebut pelajar baik yang duduk dibangku sekolah dasar (SD) maupun perguruan tinggi yakni student.

Penerjemahan frasa PB HMI ke dalam bahasa Inggris juga tidak boleh dilakukan secara serampangan. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah perbedaan struktur frasa nomina antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menggunakan pola frasa nomina diterangkan-menerangkan (DM). Dalam pola frasa ini, yang diterangkan diletakkan dibagian depan (berperan sebagai pokok pembahasan), sedangkan keterangan atau penjelasnya diletakkan sesudahnya (berperan sebagai sebutan isi). Oleh karena itu, dalam frasa Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, frasa Pengurus Besar adalah pokok pembahasan (D). Sementara frasa Himpunan Mahasiswa Islam berada pada posisi sebutan karena ia merupakan penjelas dari frasa Pengurus Besar (M). Lain hal dengan bahasa Inggris. Bahasa ini menggunakan pola nomina menerangkan-diterangkan (MD). Jadi, pada frasa Executive Board of Islamic Student Association. frasa Board Executive of berada pada posisi menerangkan (M). Sedangkan, frasa Islamic Student Association menempati posisi diterangkan (D). Hal serupa juga terjadi pada frasa Executive Board of Islamic Students’ Association dan Executive Board of Islamic Students Association.

Selain HMI, ada juga beberapa organisasi mahasiswa lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Penulis mengamati, IMM juga menggunakan bahasa Inggris dalam kop suratnya. Mereka menerjemahkan nama organisasi IMM menjadi Muhammadiyah Students Association dalam bahasa Inggris. Dalam Tesaurus, kata ikatan memiliki persamaan kata (sinonim) dengan kata himpunan dan asosiasi. Kemudian, contoh organisasi lain yang juga menggunakan kata himpunan adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Lembaga ini menerjemahkan nama organisasi mereka menjadi Indonesian Tourist Guide Association.

Setelah menjelaskan paparan di atas, penulis berharap penerjemahan nama PB HMI dalam bahasa asing bisa dibahas dan dipertimbangkan kembali oleh nahkoda baru PB HMI mengingat pelaksanaan Kongres HMI ke-31 telah selesai dilaksanakan. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi lagi kesalahan dalam penginternasionalan nama PB HMI serta adanya keselarasan penerjemahan nama HMI ke dalam bahasa asing pada kop surat pengurus besar (PB) dan pengurus cabang di seluruh Indonesia. HMI adalah organisasi besar. Maka sangat disayangkan jika oknum dalam lembaganya ceroboh, abai, dan lalai terhadap pakem dan struktur bahasa yang ada. Apalagi, HMI sudah membentuk cabang internasional di Malaysia dan Maroko. Untuk itu, penulis mengajak kita semua untuk kembali pada struktur bahasa yang baik dan benar. Mari membiasakan hal-hal yang benar dan tidak membenarkan hal-hal yang biasa karena yang biasa belum tentu benar.