22 Oktober 2021

Keterbatasan Fisik bukan Penghalang Nur Hidayati untuk Berprestasi

Nur Hidayati siswi kelas 9 SLB PGRI Tlanakan Kabupaten Pamekasan peraih medali emas di FLS2N. Foto/RRI

Nur Hidayati siswi kelas 9 SLB PGRI Tlanakan Kabupaten Pamekasan peraih medali emas di FLS2N. Foto/RRI

Pamekasan, YAKUSA.ID – Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk merai prestasi. Hal ini dibuktikan oleh Nuris Nur Hidayati, siswi penyandang tunanetra asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Nur Hidayati yang merupakan seorang siswi kelas 9 SLB PGRI Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini berhasil meraih medali emas dalam kategori cipta dan baca puisi SMPLB/SMALB di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021.

Siswi asal Kelurahan Bugih ini membukakan mata, dimana dengan keterbatasannya, Nur Hidayati mampu membuktikan bahwa dirinya juga dapat berprestasi. Di event tingkat nasional itu, ia dinobatkan menjadi juara satu kategori cipta dan baca puisi.

“Tidak pernah menyangka bisa jadi juara, karena saya terbilang baru belajar baca puisi,” ucapnya, dilansir RRI, Sabtu (25/9/2021).

Menurut remaja yang akrab disapa Iis itu, dirinya suka terhadap puisi sejak empat tahun yang lalu.

“Saya suka puisi waktu dengar teman saya baca puisi pada tahun 2017 silam,” kata Iis.

Saat membuat puisi untuk mengikuti lomba tersebut, anak kedua dari pasangan Eko Suyanto dan Widi Astutik ini didampingi oleh gurunya Hendra Susanto.

“Pembinaannya sekitar satu bulan, dan alhamdulillah karena semangat yang tinggi dari Iis bisa membuahkan hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Widi Astutik merasa bangga terhadap anaknya, karena meskipun mengalami keterbatasan fisik, ternyata memiliki semangat yang tinggi untuk belajar hingga bisa meraih prestasi.

“Yang pasti kasihan melihat anak memiliki keterbatasan, dulu sudah saya coba bawa ke dokter spesialis mata, tapi kata dokter tidak bisa dioperasi karena sudah bawaan lahir, tapi ya sudah dijalani saja dan saya bangga karena anak saya masih bisa berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil motivasi hidup dari penyandang disabilitas yaitu semangat juang yang tinggi dan menjadikan keterbatasan sebagai kekuatan. (YAKUSA.ID)