14 Juni 2021

KOHATI PB HMI Sukses Gelar Webinar Pandemi COVID-19 belum Usai; Masa Depan Pendidikan dan Dilema Perempuan

YAKUSA.ID – Korps HMI-Wati Pengurus Besar (Kohati PB) Bidang Pendidikan dan pelatihan menggelar webinar membahas tentang bagaimana masa depan pendidikan Indonesia ditengah pandemi dan dilema perempuan terhadap pendidikan, Minggu (09/05/2021).

Adapun narasumber yang dihadirkan pada webinar tersebut antara lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah, Praktisi BAPENNAS Amich Alhumami, Akademisi Gefarina Djohan dan Ketua Umum KOHATI PB HMI, Umiroh Fauziah.

Pendidikan adalah akar dan pondasi bagi generasi muda. Seberapa baiknya kualitas pendidikan akan menentukan masa depan negara. Nyatanya masalah kesenjangan dan pemerataan pendidikan di Indonesia masih menjadi polemik, terutama di tengah pandemi.

Menurut Amich Alhumami seorang Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian BAPPENAS menuturkan, tradisi akademik dan tradisi intelektual dikembangkan di kohati PB HMI layak diberikan apresiasi dan berharap menghadirkan kegiatan-kegiatan dengan isu-isu yang berbeda juga harus lebih merespon secara lagi misalnya soal transformasi digital yang itu punya pengaruh besar pada dunia pendidikan kita juga masih bisa menaruh optimisme kita bisa menyelenggarakan pendidikan secara baik dan mengelolanya.

“Karena bukan hanya Indonesia tapi menurut penelitian UNESCO beberapa negara mengalami penurunan kualitas pendidikan kita harus banyak membaca lagi sebagai aktivis mahasiswa yang bergerak dan punya tradisi yang sangat kokoh itu harus selalu mengokohkan,” tuturnya.

Kemudian pemateri selanjutnya Gefarina Djohan seorang Akademisi, menjelaskan bahwa saat ini bukan saatnya salah menyalahkan tapi terus menjaga semangat supaya lebih baik lagi Pendidikan kita di Indonesia khusunya.

Menurutnya, apapun yang terjadi memang harus mengarah kepada semangat kita untuk terus tidak putus asa melihat kenyataan-kenyataan bahwa kita masih punya sisi positif, dimana kita dipacu untuk melakukan akselerasi transformasi penguasaan teknologi budaya kreasi inovasi dan penguatan karakter yang harus kita penuhi.

“Semoga kohati bisa menjadi lembaga yang memberikan sarana dan prasarana untuk mengarah kepada hal yang lebih baik,” tuturnya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah juga mengajak semua untuk berkolaborasi mencari jalan keluar agar pendidikan kita semakin lebih baik.

“Saya undang teman-teman semua untuk kita sama-sama berpikir dan ikut sama-sama cari solusi bahkan ikut mengawasi dan juga melaksanakan beberapa program-program saat ini sedang dilakukan untuk memperbaiki kondisi pendidikan kita,” ucapnya.

Sementara Ketua Umum KOHATI PB HMI, Umiroh Fauziah mengatakan bahwa kita harus sama-sama berkolaborasi antara mahasiswa, masyarakat dan akademisi dengan pemerintah untuk bisa lebih memajukan kualitas pendidikan kita di Indonesia.

Bagaimana kita bisa melihat fenomena dan isu-isu tentang dunia pendidikan dan itu adalah bagian terpenting dari masyarakat, tetapi bagian terpenting dari kita sendiri terkadang kita sering mengkritik bagaimana pemerintah memajukan di daerah-daerah terpencil.

“Tidak semua akses pendidikan apalagi dengan posisinya sekarang daring semua bisa mengakses tetapi lupa sekarang bahwa saat ini kita memiliki peluang besar Dalam akses pembelajaran daring kemudian teknologi bisa kita manfaatkan bersama,” katanya.

Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan tayang di kanal youtube Yakusa ID itu mendapat banyak respon positif dari audiens terlihat dari beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada para narasumber.

Pemateri pun banyak memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan perdana dari KOHATI PB periode 2021-2023 dibawah kepemimpinan Umiroh Fauziah yang melaksanakan webinar dengan mengusung tema Pendidikan dimasa Pandemi.

Kontributor: Size
Redaktur: Nurus Solihen