Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Nov 2021 04:19 WIB ·

Kotaku Pamekasan Gelar Lokakarya secara Virtual


 Kotaku Pamekasan Gelar Lokakarya secara Virtual Perbesar

Pamekasan, YAKUSA.ID – Kotaku Tanpa Kumuh atau KOTAKU Kabupaten Pamekasan menggelar lokakarya secara virtual.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari sejak Rabu 24 hingga Kamis 25 November 2021 ini diikuti oleh beberapa unsur OPD Kabupaten Pamekasan meliputi Bappeda, DPRKP, Dinas Lingkuhan Hidup, Unsur Kecamatan, Lurah/Kepala Desa, BKM, Tim Fasilitator, Media dan Perguruan Tinggi, Tim Korkot Cluster 04 Surabaya, dan OSP 3 Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut team leader OSP 3 Jawa Timur, Abdussalam, PPK Wilayah 1 Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Rekyan Puruhita Sari yang sekaligus membuka acara Lokakarya tersebut.

PPK Wilayah 1 BPPW, Rekyan Puruhita Sari menyampaikan bahwa pekerjaan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan dapat dipelihara dan dirawat oleh Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) dari hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan.

“Selain itu, kelembagaan ini dapat diperkuat oleh dukungan pemerintah Kabupaten Pamekasan lewat pokja PKP dan Forum PKP,” katanya.

“Harapannya adalah untuk forum PKP sudah siap untuk dibentuk sebagai visi misi kawasan permukiman beserta pencegahan adanya kumuh kembali,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan Lokakarya hari pertama, menghadirkan narasumber dari Bappeda (Kebijakan Daerah dalam Penanganan Kumuh), Askot Mandiri Kabupaten Pamekasan (Target dan Capaian Program Penanganan Kumuh dalam Program KOTAKU), dan BKM Potre Koneng Kelurahan Kangenan (Best Practise Kelurahan Kangenan).

Diskusi Lokakarya ini dilaksanakan secara panel. Salah satu pemateri dalam Lokakarya pada hari pertama di sampaikan oleh Bappeda Kabupaten Pamekasan, materi yang disampaikan adalah Kebijakan Daerah dalam Penanganan Kumuh.

Materi ini disampaikan oleh Kasubid Permukiman dan Infrastruktur Bappeda, Andri Isfaraini.

Dalam pemaparannya, Andri menjelaskan penanganan kumuh Kabupaten Pamekasan terbagi menjadi 2 yaitu, luasan Kumuh sesuai SK Lama Bupati Tahun 2015 dengan total 60.91 Ha dengan 7 Kelurahan/Desa yang ada di Kecamatan Pamekasan. Pada akhir tahun 2019 sudah tuntas.

“Penuntusan luasan kumuh tersebut berkat intervensi kegiatan KOTAKU (BDI tahun 2018 & BPM tahun 2019) dan kolaborasi dengan pendanaan APBD 1 dan APBD 2,” ucapnya.

Kemudian yang kedua, sesuai SK Baru Bupati Tahun 2019 dengan total 244.75 Ha yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Progres pengurangan kumuh SK yang baru ini masih belum final.

“Tapi yang pasti Insya Alllah pada akhir tahun ini akan terjadi pengurangan kumuh,” jalasnya.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan, untuk Program Prioritas RPJMD 2018-2023 Kabupaten Pamekasan adalah Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan & Infrastruktur. Prioritas Infrastruktur antara lain adalah kegiatan air minum, peningkatan jalan, sanitasi for All dan RTH (Ruang terbuka Hijau).

“Kegiatan tersebut akan dilakukan berbasis pada penataan Kawasan yang outcomenya adalah menuju ‘Pamekasan Cantik’,” ungkapnya.

Reporter: Baddrut Tamam
Editor: Arifin

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengurus HMI Cabang Pamekasan Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

19 Januari 2022 - 21:41 WIB

Sidang Senat Terbuka Milad Pertama, Prof Laode Sampaikan Capaian UICI

18 Januari 2022 - 10:18 WIB

Anggota DPR RI Muhammad Fauzi Terpilih Presidium KAHMI Sulsel 2022-2027

18 Januari 2022 - 01:37 WIB

Vaksinasi Anak di Pangkep Ditarget Selesai dalam Sebulan

18 Januari 2022 - 00:06 WIB

Permudah Layanan Administrasi, Pemkab Pangkep Bentuk Kordukcapil

17 Januari 2022 - 22:05 WIB

35 Peserta Ikuti Kohati Development Program

16 Januari 2022 - 15:56 WIB

Trending di Daerah