25 September 2021

Kuliah Dari Rumah, Mahasiswa Harus Tetap Belajar Maksimal

Oleh: Siti Ladida (Kohati Cabang Pamekasan Komisariat Tarbiyah IAIN Madura)

Indonesia sedang dilanda kepanikan, kesedihan mendalam, dan kebingungan tak terbendung. Indonesia sedang menggalakkan aksi berdiam di rumah saja, dan saling menjaga jarak satu sama lain. Hal ini hanya disebabkan oleh sesuatu yang tak kasat mata, dialah Virus Corona. Ramai diperbincangkan, dan sedemikian mungkin dicari solusi dan pencegahan agar virus ini tidak semakin merajalela menjangkit masyarakat. Salah satu pencegahan yang dianggap ampuh adalah Sosial Distancing, seluruh warga Indonesia dilarang melakukan kegiatan apa saja yang melibatkan banyak masa dan sangat dianjurkan untuk berdiam di rumah saja.

Virus corona ini membawa pengaruh yang signifikan sekali terhadap keberlangsungan kegiatan sehari-hari di Indonesia, dengan diterapkannya Sosial Distancing ini, warga Indonesia serba terbatas dalam menjalankan kegiatan rutin sehari-hari. Berdiam di rumah tanpa beraktivitas di luar rumah bukan hal yang mudah. Oleh sebab itu ada sebagian orang yang patuh terhadap anjuran pemerintah tersebut, dan tidak sedikit orang yang tau, namun masih belum sadar akan pentingnya Sosial Distancing ini.

Anjuran Sosial Distancing berlaku untuk umum, semua kalangan. Tak terkecuali pelajar. Semua pelajar dari berbagai tingkatan diperintah untuk belajar di rumah masing-masing. Termasuk mahasiswa di semua perguruan tinggi. Sebagai gantinya, dosen mengadakan pembelajaran secara daring (online) yang bertujuan untuk mengurangi interaksi sosial dalam upaya mengantisispasi penularan virus corona.

Perkuliahan daring saat kita terapkan tidak semudah dalam bayangan kita. Sekilas kita bayangkan, kuliah online itu mudah, hanya berdiam di rumah dengan memanfaatkan internet, kita tidak perlu datang ke kampus untuk belajar, dan dianggap lebih efisien. Tetapi nyatanya banyak kendala yang terjadi, baik itu datang dari dosen ataupun dari mahasiswa itu sendiri. Misalkan, dosen dan mahasiswa tidak bisa bertatapan langsung sehingga tidak mengetahui secara langsung perkembangan mahasiswanya seperti apa dan kedekatan emosional antara keduanya juga sulit terjalin.

Dosen harus kreatif dalam menyiapkan materi dan media pembelajaran guna materi kuliah dapat tersampaikan dengan baik dan dapat dipahami oleh mahasiswanya. Akibatnya saat kuliah daring adalah materi kuliah yang sering tidak tersampaikan dengan baik dan akhirnya tidak mendatangkan pemahaman mahasiswa. Hal itu terjadi karena saat perkuliahan daring sedang berlangsung mahasiswa tidak bisa langsung mengutarakan ketidak pahamannya terhadap materi kuliah. Disebabkan oleh jaringan internet yang tidak memadai dari setiap daerah mahasiswa yang tersebar di berbagai penjuru desa yang masih sulit jaringan internet. Jika memadaipun sesi tanya jawab itu terbatas waktu, sama seperti perkuliahan biasa (luring). Saat kuliah luring, waktu yang disediakan sangat cukup, tetapi dalam kuliah daring tentunya sangat kurang, karena pertanyaan tidak bisa langsung dilontarkan, dan jawabannyapun tidak langsung diberikan. Evaluasi dalam kuliah daring juga sulit dilakukan, keterbatasan ruang antara dosen dan mahasiswa sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran.

Keterbatasan dalam pembelajaran ini, jangan sampai menyurutkan semangat mahasiswa dan dosen dalam rangka transfer ilmu, keduanya harus sama-sama menyadari bahwa kuliah daring ini sangat sulit untuk keberhasilan pembelajaran. Maka dari itu, harus ada kerja sama antara keduanya agar mempermudah proses dosen memberikan ilmu, dan mempermudah mahasiswa menangkap ilmu yang diberi dosen.

Salah satu cara yang dianggap ampuh adalah menerapkan teori belajar konitif yang mengatakan bahwa, siswa harus mampu mengkolaborasikan pengetahuan yang sudah dimiliki, dengan pengetahuan barunya. Peserta didik yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya lebih cepat memahami pengetahuan baru dari pada peserta didik yang belum memiliki pengalaman serupa. Penerapannya yang paling mudah dan tidak perlu keluar rumah adalah mahasiswa harus mempersiapkan materi terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan. Mahasiswa harus berusaha terlebih dahulu memahami materi kuliah yang akan dihadapinya dengan cara membaca dan menganalisis materi kuliah tersebut secara mandiri terlebih dahulu. Jika hal itu dilakukan serentak secara merata oleh mahasiswa maka besar kemungkinan saat dosen menjelaskan materi perkuliahan akan cepat dipahami oleh mahasiswa dan pertanyaan yang timbul dari setiap mahasiswa lebih bermutu sesuai dengan hasil bacaan dan penjelasan dari dosen. Hingga pembelajaran juga bisa berhasil.

Sebenarnya esensi teori kognitif ini tidak hanya bisa diterapkan ditingkat mahasiswa saja, bahkan dibawah tingkatan mahasiswa juga dianggap efektif. Cara ini juga sudah sering kita dengarkan dalam anjuran guru kita dari dulu. Bahkan Sherly Annavita menyebutkan dalam opininya bahwa cara ini diterapkan oleh orang-orang hebat terdahulu, hingga merekapun bisa melahirkan karya-karya fenomenal. Tetapi boleh tidak kita laksanakan jika pembelajaran tidak dilakukan secara daring seperti sekarang, karena kita bisa mendengarkan dan memahami secara langsung dari guru kita, serta bisa dengan leluasa menanyakan apa yang tidak kita pahami. Jadi, jika ingin pembelajaran yang kita laksanakan berhasil diera pandemi corona ini, maka perlu ada usaha lebih dari kita. Yaitu berusaha meluangkan waktu untuk membaca materi pelajaran sebelum pembelajaran dimualai, hingga dalam waktu yang tidak sebanyak pembelajaran biasanya, kita bisa memahami materi pelajaran dengan cepat.

*)Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian redaksi Yakusa.Id