10 April 2021

Lantaran Status di Facebook, HMI Cabang Ambon Polisikan Oknum Kader GMNI

Ilustrasi
Yakusa.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon yang dikomandani Mizwar Tomagola melaporkan oknum kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon, Saman Amirudin Patty dan akun facebook atas nama Thomas Libertariant ke Cyber Crime Polda Maluku, Kamis (12/03/2020).
Pelaporan tersebut karena dinilai telah melakukan tindakan pencemaran nama baik di media sosial (facebook).
Laporan tersebut untuk menindaklanjuti postingan dari Saman Amirudin Patty atas tindakan mencatut nama KOHATI dalam postingan yang dinilai melecahkan itu.
Laporan ini berawal dari sebuah postingan yang dipublis Saman Amirudin Patty dengan menulid “Kader HMI paling beruntung se-dunia, ketika dia mampu mempacari KOHATI”.
Status ini, kemudian ditanggapi Thomas Libertariant dengan komentarnya yang dinilai tidak etis yang berbunyi “Apalagi mengahamili KOHATI”.
Komentar ini juga dibalas oleh Saman dengan ketawa seakan mengiyakan apa yang ditulis oleh Thomas dengan balasan “Hahahaha Hahaha Hahahaha, ini yang lebih beruntung”.
Atas kejadian ini, Mizwar Tomagola menilai tindakan kedua terlapor merupakan  sebuah penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap HMI dan KOHATI secara nasional.
“Ini yang membuat kami menempuh langkah hukum, agar oknum-oknum yang telah mencemari nama baik HMI dan KOHATI segera di proses berdasarkan UU ITE,” katanya.
Ia menegaskan, KOHATI adalah satu lembaga semi otonom HMI yang dibentuk sejak tahun 1966 dan sudah memberikan kontribusi nyata kepada umat dan bangsa sampai detik ini.  
Dan apabila dalam perjalanannya dan pengabdiannya kemudian mendapat cacian dan hinaan seperti ini, jelas sangat menyakitkan.
“Kami sangat marah dan mendesak Polda Maluku untuk segera menindaklanjuti laporan dari HMI Cabang Ambon dan KOHATI BADKO Muluku-Malut ini,” ucapnya. 
“Tentu laporan ini akan kami kawal sampai selesai agar menjadi pelajaran bagi siapapun untuk lebih cerdas dan tidak mencatut nama HMI atau KOHATI dengan tulisan-tulisan yang tidak etis,” imbuhnya. (Beritabeta(Beritanya.com)