10 April 2021

Mahasiswa Jakarta Ikuti Basic Training HMI Komisariat Insan Cita IAIN Madura

Pamekasan, Yakusa.Id – Basic Training (LK 1) yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Insan Cita IAIN Madura dimulai pada Minggu (21/02/2021 di Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum (YASPIMU) Kartagenah Tengah Kadur Pamekasan.

LK 1 yang diikuti oleh puluhan peserta ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa delegasi dari HMI Komisariat Se-Madura, melainkan juga dari luar pulau Madura.

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Riski mengatakan, alasannya mengikuti LK 1 ini karena HMI merupakan organisasi besar yang mampu mewadahi perbedaan aliran, sehingga memberikan ruang yang cukup lebar bagi mahasiswa islam untuk berproses didalamnya.

“HMI adalah wadah berproses, menempa dan mengembangkan wawasan yang dimiliki,” ungkap Riski saat diwawancarai Reporter JMIC (25/02/2021).

Menurutnya, pengelolaan dalam mendidik kader baru di HMI sangat bagus, pasalnya, para peserta tidak hanya dijadilkan sebagai pendengar setia saja, melainkan juga dituntut untuk terus aktif berbicara di dalam forum.

“MOT-nya keren-keren dalam mendidik dan ini tidak akan pernah saya lupakan,” imbuh Kader HMI Cabang Ciputat tersebut.

Selain itu, kata Riski, sistem pelaksanaan forum yang dirancang perlu diapresiasi, sebab, forum ini didesain sangat menarik dan memberi ruang berfikir yang luas serta daya nalar yang kritis.

“Baru pertama kali ini saya merasakan tantangan forum yang formal seperti ini,” imbuh Riski.

Dengan ikut LK 1 di HMI Komisariat Insan Cita ini, Riski berharap ilmu yang didapatkan mampu menunjang segala keilmu pengetahuannya ke depan, sehingga tugas dan kewajibannya sebagai agent perubahan bisa terealisasikan dengan maksimal.

“Saya ingin jadi kader kosmopolitan.” Harapnya.

Senada dengan Riski, Jamilatus Sarifah meyampaikan bahwa HMI merupakan organisasi besar yang memiliki dedikasi begitu banyak untuk ikut andil dalam segala aspek kehidupan.

“HMI sangat luar biasa, karena HMI merupakan organisasi tertua di Indonesia,” papar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, Jamila sapaan akrabnya menegaskan, HMI tidak pernah mencari atau mendoktrin kader untuk berproses didalamnya, sehingga mereka lebih cendrung berproses atas dasar kemauannya sendiri.

“Saya tertarik dengan HMI dan ingin berproses di HMI secara mendalam karena saya sendiri” kata Jamila menambahkan.

Selain itu, ia mengungkapkan kaderisasi HMI Komisariat Insan Cita ini sangatlah bagus, sebab pengeleloannya sangat menunjang dan menekankan progresifitas kader.

“HMI Komisariat Insan Cita sangat luar biasa, karena saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga dan kader-kadernya sangat militan.” Pungkasnya.

Reporter: Kholisin
Redaktur: Taufiq