Menu

Mode Gelap

Opini · 21 Feb 2022 07:03 WIB ·

Menyoal Gagasan Pembaharuan Raihan Ariatama Tentang Empowering HMI


 Menyoal Gagasan Pembaharuan Raihan Ariatama Tentang Empowering HMI Perbesar

Oleh: Subhan Hi Ali Dodego (Fungsionaris PB HMI Periode 2021-2023)

Raihan Ariatama merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang terpilih pada Kongres HMI ke-XXXI di Surabaya pada 17-25 Maret 2021. Pria Kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat adalah alumi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Selama berkuliah selain aktif di pelbagai organisasi internal di kampus dirinya juga berproses dan menjadi aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam. 

Ide dan gagasannya tentang Empowering HMI atau Berdaya Bersama ini muncul pada saat dia menjadi Kandidat Ketua Umum PB HMI. Sebagaimana para kandidat ketua Umum PB HMI yang lain, di awal suksesi Kongres Bersama di Surabaya, masing-masing kandidat memiliki dan menawarkan visi dan misinya. Raihan Ariatama kala itu menawarkan visi-misinya adalah Empowering HMI. Ide ini adalah sebuah gagasan briliannya dalam melihat dinamika keumatan dan kebangsaan secara umum dan HMI secara khusus. Sehingga Empowering HMI lahir sebagai bentuk komitmen dan mempertegas arah baru daripada HMI ke depannya.

Pada momentum Kongres tersebut, Raihan mengusulkan gagasannya tentang Berdaya Bersama yang dari gagasan ini di breakdown ke dalam empat poin penting di antaranya: pertama, HMI digital. HMI digital ini adalah sebuah respon HMI terhadap revolusi industri 4.0, dimana pada era ini digitalisasi organisasi tidak sekadar kebutuhan melainkan suatu keharusan. Jika ikhtiar ini tidak dilakukan maka sebuah organisasi akan mengalami disrupsi dan cepat atau lambat akan mengalami dekadensi. Sehingga di tengah perkembangan arus informasi dan teknologi yang kian pesat ini, organisasi dituntut untuk dapat beradaptasi dan melakukan pembaharuan. Seperti adaptasi pola perkaderan dengan metode managemen virtual (MPV), organisasi berbasis digital dan pembuatan aplikasi dan sistem big data.

Kedua, HMI E-4.0 (Empowerment HMI), merupakan program untuk menanamkan nilai-nilai perkaderan HMI agar tetap relevan dengan tuntutan zaman sehingga dapat meningkatkan kapasitas kader. Di era ini sudah harus ada modivikasi managemen perkaderan untuk mewujudkan SDM Indonesia yang memiliki kualitas, kompetitif dan berkompeten. Melalui output perkaderan inilah diharapkan akan melahirkan kader-kader HMI yang berdaya dan memiliki kemampuan memberdayakan umat dengan kemampuan kreatifitas dan inovasi yang tinggi sehingga kader HMI mampu bersaing dalam dunia kerja pasca kuliah.

Ketiga, HMI Incubator Enterpreneurship, melalui gagasan ini ke depan HMI tidak sekadar menjadi komunitas intelektual tetapi lebih dari itu, HMI menjadi komunitas ekonomi yang berorientasi pada keadilan ekonomi, tidak hanya pemaksimalan laba sebagaimana orientasi sistem ekonomi kapitalisme. Gagasan ini diharapkan HMI membangun incubator enterpreneurship sebagai wadah wirausaha muda, dilakukan pelatihan dengan menghadirkan para narasumber yang berkompeten, workshop wirausaha, pendampingan wirausaha (coaching) dan juga bantuan akses permodalan yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Gagasan ini juga bertujuan menumbukan minat kader dan masyarakat dalam berwirausaha dan mampu mengatasi pelbagai persoalan atau hambatan menjadi seorang wirausahawan muda.

Keempat, HMI Perisai Kebangsaan. Melalui gagasan ini, sebagai salah satu komponen bangsa yang menjunjung tinggi nilai keislaman dan kebangsaan, HMI harus menjadi perisai kebangsaan dalam menyelesaikan pelbagai persoalan di bangsa ini. Sebagai intelektual muslim, kader-kader HMI harus mampu melahirkan gagasan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamiin yaitu Islam yang moderat. Di tengah banyaknya pemikiran terutama paham radikalisme dan intoleransi, di sini kader HMI harus menjadi garda terdepan mengambil ruang-ruang publik dengan membangun narasi keislaman yang moderat yang mampu menyatukan umat. Bisa melalui platform media digital, HMI harus mampu mengcounter paham-paham tersebut dan memenangkan pertarungan wacana.

Substansi dari gagasan Empowering HMI ini diharapkan HMI dapat memberdayakan umat dan bangsa di tengah krisis multidimensional. Gagasan dan pemikirannya yang kedua bisa kita baca dalam artikelnya yang berjudul “75 Tahun HMI, Menapaki Arah Baru Pergerakan dan Khidmah”. Dalam tulisannya yang diterbitkan di harian Republika edisi Sabtu, 5 Februari 2022 ini Raihan menjelaskan tentang Refleksi 75 Tahun HMI, dan Arah Baru Pergerakan HMI. Dalam tulisan tersebut jika ditelaah lebih jauh gagasannya hampir mirip dengan gagasan awal dari pemikirannya sejak Kongres Surabaya yaitu HMI berdaya bersama. Substansi dari gagasannya dalam tulisan tersebut membahas terkait dengan usia HMI ke-75 tahun yang berhadapan dengan era disrupsi saat ini, apakah HMI masih tetap relevan dengan situasi dan kondisi saat ini atau malah sebaliknya. Sehingga butuh pembaharuan dalam tubuh HMI.

Gagasan Raihan yang semula disampaikan pada saat Kongres Surabaya di atas kembali dia pertegas pada acara malam Puncak Dies Natalis HMI ke-75 tahun di Puri Begawan Bogor tanggal 19 Februari 2022. Dalam pidatonya ini menarik perhatian para tamu undangan baik yang hadir secara langsung maupun yang hadir lewat daring, dan juga gagasan-gagasan Raihan menuai pujian oleh Bahlil Lahadalia pemberi Keynote Speach dan Akbar Tandjung yang juga memberikan sambutan pasca penganugerahan HMI Award. Acara yang berjalan cukup khidmat ini dihadiri juga oleh Presiden Jokowi Dodo lewat sambutannya secara virtual, Akbar Tandjung, Bahlil Lahadalia, MN Kahmi, W Nasir Jamil, Zulfikar Arsi Sadikin, Hermanto, Arief Rosyid Hasan, Ahmad Yosan, Hanifah Husein, Fajar Zulkarnaen dan dari organisasi kepemudaan, KNPI, LMND, dan PMKRI serta tamu undangan yang lain.

Dalam pidatonya, Raihan menjelaskan gagasannya tentang “Arah Baru HMI: Berdaya Bersama Menuju Indonesia Emas 2045”. Pertama sekali dirinya mengutip pemikiran salah seorang Sufi yang cukup Masyhur, Jalaluddin Rumi “Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, Mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, Mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam”.

Kutipan tersebut sebagai spirit untuk memantik semangat kader-kader HMI yang hadir di seluruh Indonesia bahwa kekuatan cinta dan kasih sayanglah HMI dapat berlayar sampai di usia ke 75 tahun ini, dengan kekuatan ini juga diharapkan HMI tetap menjaga komitmen dan memastikan bahwa HMI tetap menjadi garda untuk kemajuan umat dan bangsa.

Raihan juga mengungkapkan bahwa melalui gagasan pembaharuan Arah Baru HMI ini adalah dihadapkan dengan peluang dan tantangan baru di era digital. Dia mengatakan bahwa jika Nurcholish Madjid menawarkan Islam modernis, Kuntowijoyo menawarkan Islam Profetik, Muslim Adul Rahman dengan Islam transformatif, maka gagasan HMI saat ini adalah harus meneguhkan keislaman keindonesiaan dengan bingkai Empowering, yaitu Islam yang memberdayakan. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk mewujudkan Islam yang memberdayakan ini adalah digitalisasi organisasi, sociopreneurship dan pembangunan sumber daya manusia dalam sektor digital dan ekonomi ini menjadi tangga atau langkah awal arah baru HMI.

Raihan mengatakan bahwa HMI dalam membangun kerangka pondasi keislaman dan keindonesiaan dibangun secara seimbang. Komitmen keislaman dan kebangsaan ini tidak bisa dipisahkan karena dua nilai ini menjadi prinsip dan kompatibel. Bahkan dia menegaskan bahwa DNA HMI adalah Indonesia. Komitmen inilah yang bermuara dan telah menjelma menjadi perisai kebangsaan bagi Indonesia. Sehingga untuk melahirkan Islam yang memberdayakan adalah membutuhkan kolaborasi semua pihak. Islam yang berdaya ini menjadi misi generasi HMI saat ini, butuh kolaborasi dari pelbagai pihak, sehingga kita semua bisa berdaya bersama, No one left behind”. 

Melalui Islam Empowering ini diharapkan umat Islam bisa survive apalagi di tengah tantangan era digital yang menjadi tantangan yang sangat besar bagi HMI. Dia menjelaskan bahwa data pengguna telepon genggam di Indonesia pada tahun 2021 berjumlah 345,3 juta, Melebihi total penduduk Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa. Serta penggunaan waktu untuk internet di Indonesia selama 8 jam 52 menit, lebih banyak daripada waktu dunia yang hanya 6 jam 54 menit. Potret demografi yang besar Ini menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang. Sehingga butuh pembaharuan dari semua sisi.

Berangkat dari ide dan gagasan pembaharuan Empowering HMI di atas seperti membawa angin segar bagi kader HMI. Bahwa di bawah kepemimpinan Raihan Ariatama ini HMI mulai berbenah, mereposisi diri dari sisi perkaderan, digitalisasi, managemen organisasi, enterpreneurship dan lainnya. Tetapi, di sisi yang lain gagasan tersebut menurut hemat penulis belum berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Pertama, mungkin karena faktor proses kepengurusan yang baru masuk satu tahun ini sehingga butuh waktu untuk mewujudkan beberapa program kerja yang belum berjalan. Kedua, gagasan tentang Empowering HMI ini tidak bisa hanya sebatas wacana dan programnya hanya dijalankan oleh bidang-bidang yang ada di PB HMI. Ketua Umum PB HMI dan Fungsionarisnya harus mampu merumuskan gagasannya ke dalam bentuk buku panduan, pedoman atau sejenis juknis/juklak. Sehingga ide dan gagasan ini tidak hanya melangit/mengawang tetapi mampu dibumikan. Gagasan-gagasan pembaharuan seperti ini bisa disosialisasikan sampai ke tingkat Komisariat di seluruh Indonesia.

Dengan ide dan gagasan pembaharuan yang diusul oleh Ketua Umum PB HMI ini, jika memiliki penjabaran yang jelas maka diharapkan bisa menjadi peta atau jalan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebab, pada usia HMI lebih dari setengah abad ini HMI sudah harus melakukan terobosan-terobosan baru untuk keberlangsungan HMI, hari ini dan hari esok. Jika tidak ada upaya perbaikan hari ini, maka cepat atau lambat HMI akan semakin tergilas zaman, perlahan tapi pasti akan mengalami disorientasi dan dekadensi. Wallahu’alam!

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

In Memoriam: Syafi’i Maarif dan Isu Peradaban Spritual

27 Mei 2022 - 15:00 WIB

Demo KPK, PC Perisai Jakpus Minta Tangkap dan Periksa Mardani H Maming

26 Mei 2022 - 07:23 WIB

Pengurus MD KAHMI, FORHATI Kabupaten dan Kota Kediri Periode 2022-2027 Dilantik

25 Mei 2022 - 13:25 WIB

HMI Komisariat Marcu Buana Yogyakarta Sukses Gelar Pelantikan Pengurus Baru

23 Mei 2022 - 08:57 WIB

Viryan Aziz, Sahabatku

21 Mei 2022 - 18:38 WIB

Singapura dan Penangkalan UAS

18 Mei 2022 - 18:06 WIB

Trending di Opini