Menu

Mode Gelap

Opini · 21 Feb 2022 05:29 WIB ·

Menyoal tentang Pentingnya Organisasi Dakwah Hadir di Ruang Digital


 Menyoal tentang Pentingnya Organisasi Dakwah Hadir di Ruang Digital Perbesar

Oleh: Hasan Maftuh, M.A (Sekretaris Direktur Bakornas LDMI PB HMI 2021-2023)

Dalam kajian ilmiah banyak ditemukan interaksi ilmu dakwah dengan yang lainnya. Ditandai menjamurnya karya intelektual dalam bentuk literatur. Antara lain buku berjudul filsafat dakwah, sosiologi dakwah, psikologi dakwah, pendidikan dakwah dan sebagainya. 

Integrasi keilmuan inilah yang akan memperkaya khasanah intelektual dalam Islam. Termasuk integrasi keilmuan dakwah dengan perkembangan sains dan teknologi, ini menjadi tantangan yang cukup serius bagi para aktivis dakwah.

Auguste Comte dalam hal ilmu pengetahuan berpendapat bahwa perubahan sosial memberi kontribusi pada munculnya teori baru. Tidak menutup kemungkinan dalam ilmu dakwah.

Fenomena sosial keagamaan yang berkembang di era digital, akan memantik perkembangan pemikiran ilmu dakwah. Diperoleh kesimpulan bahwa kajian ilmu dakwah akan sangat kaya perspektif jika terbuka dengan realitas, pemikiran dan perkembangan ilmu lainnya.

Sementara, Thomas Khun dalam teori revolusi ilmiahnya menyampaikan tentang arus deras kemunculan ilmu-ilmu baru, akibat dari keterbukaan pemikiran ilmiah. Hal ini sangat positif, tinggal bagaimana pemikiran dakwah harus menyentuh realitas empiris yang lebih kontekstual.

Sehingga dalam proses dakwahnya, umat Islam dapat melakukan lompatan kearah kemajuan. Sehingga, Islam tidak berjalan ditempat. Harapannya, muncul sebuah rencana yang strategis dalam proses dakwah yang berpihak pada persoalan keumatan.

Menyoal Tentang Pentingnya Eksistensi Organisasi Dakwah

Kehadiran organisasi dakwah harus memiliki pengaruh atau “bargaining” Konsep bargaining diartikan sebagai nilai tawar yang harus bisa dimiliki sebuah organisasi dakwah. Adapun strategi yang dilakukan misalnya dengan menggunakan pendekatan dan gerakan yang berpihak pada keumatan.

Dewasa ini, tren gerakan dakwah adalah lebih kearah pemberdayaan sosial jama’ah masjid. Tujuannya adalah menghidupkan potensi ekonomi masyarakat sekitar masjid. Maka disinilah pentingnya proses manajemen masjid yang selama ini dikelola secara tradisional. Pergekan dakwah digital melalui masjid sangat perlu dihadirkan. Tidak jarang kini masjid memiliki website, bahkan menyuguhkan berbagai macam kegiatannya secara digital.

Di satu sisi, berbagai gerakan eksternal organisasi dakwah tidak bisa dipisahkan dengan kuatnya kondisi internal organisasi. Konsolidasi organisasi perlu dikuatkan, sembari merumuskan konsep perkaderan yang tersetruktur dan sistematis bagi anggotanya.

Kondisi internal yang baik, dengan basis keanggotaan yang terukur merupakan kunci bagi organisasi dari sisi pengaruh kehadirannya. Sebab tidak bisa dipungkiri, organisasi yang memiliki basis massa yang jelas akan diperhitungkan dalam percaturan politik nasional.

Ibn Khaldun, pakar sosiologi Islam berpendapat, sudah sejak zaman Islam klasik menekankan pentingnya sebuah persatuan dan kesatuan. Pengamatannya tentang suku-suku serta bangsa-bangsa yang runtuh pada waktu, faktor utamanya berangkat dari konflik dan perpecahan.

Diperlukan persatuan dan kebersamaan yang utuh, agar perjalanan organisasi kearah visi dan misinya berjalan dengan baik. Kuatnya kondisi internal akan menjadi modal organisasi tersebut mampu menghadirkan peranannya di ruang publik.

Organisasi Dakwah dan Kehadirannya di Ruang Publik

Jurgen Habermas merumuskan sebuah teori ruang publik yang akhir-akhir ini sangat relevan dengan perkembangan dunia digital. Bagimana isu terhangat banyak direspon dan dijadikannya viral. Tinggal bagaimana memposisikan diri terkait dengan isu yang baru hangat tersebut.

Dari situ akan dikenal oleh publik apa yang sedang viral tersebut, apakah sebagai individu atau kelompok. Maka, akan sangat menguntungkan organisasi yang berhasil memperoleh simpati masyarakat di ruang publik.

Ruang publik yang mudah diakses semua orang dengan media sosial inilah yang sering menimbulkan perselisihan, konflik dan perdebatan. Jika tidak segera diharmonisasikan maka akan terjadi perpecahan yang bisa membahayakan. Hal yang sering menyebabkan gesekan di ruang publik adalah statemen yang berhubungan langsung dengan isu suku, ras dan agama. Hadirnya organisasi dakwah diruang publik perlu menciptakan narasi yang menyejukkan dan merangkul sesama.

Di tahun 2022, muncul berbagai pernyataan yang sempat viral dan membuat geger yakni “Kalimantan tempat jin buang Anak (Edy Mulyadi), Copot kajati yang rapat memakai bahasa Sunda (Arteria Dahlan) dan isu akhir-akhir ini yang sedang ramai tentang isu pemetaan masjid yang radikal. Perlunya organisasi dakwah hadir dan menyuarakan tentang pentingnya harmonisasi umat dan bangsa.

Gerakan dakwah akan memiliki bobot dan peranan baik apabila mampu merespon zamannya, baik dalam perspektif sosial, ekonomi, politik, pendidikan, hukum, agama dan lainnya. Eksistensi organisasi dakwah tentu diharapkan mampu mewakili kepentingan umat.

Fungsi organisasi dakwah yakni kembali pada khitahnya sebagaimana bertujuan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar berdasarkan Al-Quran dan Hadits. Semantara, gerakan dakwah yang ditampilkan, selain ramah adalah gerakan yang berpihak pada persoalan umat.

Dakwah dari sisi filosofis memiliki arti merubah keadaan menjadi lebih baik. Perkembangan zaman yang semakin pesat mendorong manusia memiliki persoalan yang semakin kompleks. Disinilah peran dai yang dituntut tidak hanya mampu menyampaikan pesan agama ansicg, tetapi dai harus mampu menyumbangkan pemikirannya untuk menyelesaikan persoalan umat.

Pada persoalan demikian, dai perlu mengedepankan cara berfikir radic yakni menyeluruh sampai ke akar persoalan. Dai disini tidak meninggalkan cara berfikir yang kritis dan filosofis. Maka disinilah pentingnya seorang dai belajar mengenai arti penting filsafat dakwah.

Aktivitas sebuah organisasi dakwah harus seimbang, pertama adalah mampu menyajikan program kerja yang berkaitan dengan kajian-kajian keilmuan Islam. Seperti halnya ilmu tafsir, hadits, sejarah, fiqh, tasawuf, hukum dan berbagai keilmuan Islam lainnya.

Selanjutnya yang kedua, aktivitas yang menampilkan gerakan-gerakan sosial keumatan juga perlu untuk dilakukan. Gerakan sosial organisasi dakwah tidak terlepas dari aktivitas ekonomi, politik dan kebudayaan. Disinilah pentingnya pergerakan organisasi dakwah yang terbuka akan pemikiran sosial, filsafat, bahkan lainnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

In Memoriam: Syafi’i Maarif dan Isu Peradaban Spritual

27 Mei 2022 - 15:00 WIB

Demo KPK, PC Perisai Jakpus Minta Tangkap dan Periksa Mardani H Maming

26 Mei 2022 - 07:23 WIB

Pengurus MD KAHMI, FORHATI Kabupaten dan Kota Kediri Periode 2022-2027 Dilantik

25 Mei 2022 - 13:25 WIB

HMI Komisariat Marcu Buana Yogyakarta Sukses Gelar Pelantikan Pengurus Baru

23 Mei 2022 - 08:57 WIB

Viryan Aziz, Sahabatku

21 Mei 2022 - 18:38 WIB

Singapura dan Penangkalan UAS

18 Mei 2022 - 18:06 WIB

Trending di Opini