11 April 2021

Pasien Miskin Ditahan Rumah Sakit, HMI Demo ke Kantor BPJS dan DPRD

(Foto: Gatra.com)


Yakusa.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat berunjuk rasa di kantor BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, 20/2. Demo itu buntut dari pihak rumah sakit regional Sulbar menahan pasien yang bernama Hadara, warga miskin dari desa Sumare, karena tak mampu menyelesaikan biaya administrasi saat berobat, Padahal pasien tersebut, merupakan peserta JKN KIS.

Tidak puas dengan jawaban pihak BPJS, massa HMI menggeruduk kantor DPRD Sulbar. Mereka mengadukan buruknya pelayanan rumah sakit, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial dan pihak Pemprov Sulbar, yang lebih mementingkan persoalan administrasi dari pada kemanusiaan.
“Pihak rumah sakit regional Sulbar dinilai menahan pasien hanya karena tidak mampu menyelesaikan biaya administrasi senilai Rp.5 juta, dan tertahan disana, selama beberapa hari, sementara dokter mengijinkannya pulang,” orasi salah satu pengunjuk rasa, Adhi.
“Hadara merupakan warga miskin yang memiliki kartu KIS dan masih tercatat sebagai penerima program keluarga harapan (PKH), namun pihak BPJS mengeluarkannya dari kepesertaan JKN,” tambah Adhi.
“Hadara dikeluarkan BPJS secara sepihak tanpa pemberitahuan sebelumnya ke pihak bersangkutan. Hadara (60), mana mengerti dengan urusan administrasi yang panjang begitu,” pungkas Adhi.
Sementara itu, pihak BPJS kesehatan Mamuju, Putu Ary Wintara, kepala bidang kepesertaan pelayanan peserta BPJS kesehatan, mengaku kepesertaan Hadara sudah tidak aktif sejak pertengahan 2019. Pihak BPJS hanya menerima data dari dinas sosial dan memasukkan warga sebagai peserta JKN. “Hadara, keluar dari kepesertaan BPJS kesehatan sejak pertengahan tahun 2019 lalu,” ucap Putu Arya Wintara.
Pihak rumah sakit regional Sulbar yang juga hadir dalam kegiatan diskusi dengan anggota DPRD Sulbar dengan HMI, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pelayanan kepada Hadara dan melakukan penanganan medis hingga operasi, dan pihak keluarga setuju Hadara setuju menjadi pasien jalur umum, setelah kartu KIS yang dipegangnya tidak aktif lagi.
Hadara kini sudah pulang kerumah, berkat jaminan dari anggota DPR RI Andi Ruskati Ali Baal Masdar yang menjamin dan menyelesaikan semua biaya administrasi di Rumah sakit regional Sulbar. (Gatra.com/*)