3 Agustus 2021

PB HMI minta Jokowi Pecat Staf Khusus terkait Surat untuk Camat

Ilustrasi

Yakusa.id – Ketua bidang perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa islam (PTKP PB HMI) meminta Presiden Jokowi untuk melakukan pemecatan terhadap andi taufan garuda putra sebagai staf khusus millenial jokowi karena telah melakukan mal administrasi dan dianggap menciderai lembaga negara.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh saudara Andi Taufan telah menciderai lembaga negara ditengah kondisi saat ini. Harusnya yang bersangkutan bisa membantu kinerja presiden saat ini dalam hal penanganan wabah covid-19.

“Bukan justru sebaliknya memanfaatkan jabatanya untuk kepentingan pribadi, disamping itu juga saya rasa Andi Taufan telah menyalahi kewenanganya sebagai staf millenial”, katanya, Kamis (16/4/2020)

Dikabarkan bahwa Publik saat ini dikagetkan dengan adanya surat yang bernomor 003/S-SKP/ATGP/IV/2020 yang dikeluarkan oleh Staf Khusus Presiden dengan menggunakan kop berlambang sekretariat negara yang ditujukkan kepada institusi di bawahnya.

Akmal menilai, hal tersebut tidak ada dasar yang kuat bagi staf khusus Jokowi untuk mengeluarkan surat tersebut kepada camat-camat di beberapa wilayah, dalam hal kerjasama dengan PT. Amartha untuk penanggulangan covid 19, perlu diketahui bahwa PT. Amartha milik stafsus milenial Andi Taufan Garuda Putra.

“Akmal menuding bahwa Andi Taufan telah melanggar Pasal 17 dan Pasal 42 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan karena melampaui kewenangannya, mencampuradukkan wewenang, serta adanya konflik kepentingan. Pasal itu menegaskan bahwa pejabat pemerintah dilarang menyalahgunakan wewenang, meliputi larangan melampaui dan mencampuradukkan wewenang”, ungkap Akmal.

Tak hanya itu, pihaknya menunggu sikap kewarganegaraan yang ditunjukkan oleh CEO PT. Amartha untuk mundur dari jabatanya, karena sejak awal dilantik belum ada trobosan baru dalam kinerjanya, sebagai staf presiden.

Generasi millenial saat ini justru menunggu dan berharap dengan adanya anak-anak muda di lingkaran istana yang seharusnya mampu terlibat aktif dan memberikan gagasan segar, inovatif dan kreatif demi mengakomodir kepentingan bangsa untuk mencapai indonesia maju.

“Saya rasa bapak presiden memiliki visi yang sama sehingga anak-anak muda diberikan peluang untuk membantu dipemerintahan saat ini”, ucapnya.

Namun, lanjut Akmal, pihaknya menyangkan sebab sejauh ini belum terlihat adanya terobosan ataupun gagasan baru yang dilakukan oleh para staf khusus Presiden terutama dari kalangan millenial tersebut.

Namun Justru sebaliknya, generasi Milenial merasa malu setelah melihat surat yang beredar yang ditanda tangani oleh Andi taufan dan tentunya banyak mengecewakan publik.

“Sikap seperti ini tentunya sangat disayangkan, Apalagi ditengah kondisi Bencana Covid-19”, Pungkas Akmal. (zen/fik)