28 Juli 2021

PB HMI Sukses Gelar Diskusi Publik

Yakusa.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Sukses mengelenggarakan diskusi publik secara virtual, Jumat (16/3/2021).

Diskusi yang mengusung tema “Digitalisasi Bank Indonesia Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia” ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Dalam kegiatan acara tersebut, Direktur kepala grup kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia, Retno Ponco Windarti mengatakan, ada yang menarik dari diskusi hari ini, kita melihat industri digitalisasi ini sednang meingkat pasca pandemi civid ini.

Terkhusus digitalisasi di sistem pembayaran yang diharapkan akan mampu menggerakan perekonomian indonesia dinera 4.0. “Sistem digitalisasi ini berkembang pesat di segela sektor ataupun lini melihat dari perkembangan zaman sekarang yang apa apa nya itu serba online ,” ujarnya.

Selain Retno Ponco Windarti selaku Direktur Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembyaran Bank Indonesia, Dr. Rinaldi Rustam, S.E., M.E juga menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Publik ini.

Kebijakan moneter sebagai bagian dari makro ekonomi mka tujuan akhirnya itu adaah kesejahteraan masyarakat, karena melihat masyarakat di indonesia ini 80% nya islam maka kita buat kesejahteraan ummat.

“Melihat dari perkembangan zaman di era digitalisasi di era ini sangat berkembang begitu pesat karena melihat beberapa kebelakang ini dengan muncul nya sietem pembayaran melalui sistem online ini seperti electornic money (e-money, ovo, link, flash dan brizzi dan masih banyak lagi,” tutur Dr. Rinaldi Rustam, S.E., M.E.

Sementara itu, Mahdawi Marni yang menjadi salah satu Narasumber juga di diskusi publik ini. Mempresentasikan dengan membawa topik “Potensi Keuangan Ekonomi Digital Sebagai Penggerak Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional”

“Berbicara digitalisasi sangat mempengaruhi perilaku kita sehari-hari dari aktifitas kita dari konvensional menjadi digitalisasi. Perlu adanya pembahasan yang jelas terkait undang-undang yang mengatur pasar digitalisasi,” tutupnya. (*)