Menu

Mode Gelap

Hukum · 13 Feb 2022 02:41 WIB ·

Pelanggar Protokol Kesehatan Bangkalan Disanksi Push-Up


 Polres Bangkalan memberi sanksi push-up kepada empat orang pelanggar protokol kesehatan. Perbesar

Polres Bangkalan memberi sanksi push-up kepada empat orang pelanggar protokol kesehatan.

BANGKALAN, YAKUSA.ID – Tim Patroli Bermotor Penegakan Protokol Kesehatan Masyarakat (Pamor Keris) Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur memberi sanksi push-up bagi warga yang diketahui melanggap protokol kesehatan, dalam setiap operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah itu.

Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino sanksi push-up itu sebagai upaya untuk memberikan efek jera, dan agar menjadi perhatian masyarakat lainnya.

“Sebab, kalau disanksi push-up di tempat ramai, maka akan bisa menjadi perhatian pengunjung lainnya,” kata kapolres dalam keterangan persnya kepada sejumlah media, Sabtu (12/2/2022).

Selain itu, sambung dia, jenis sanksi push-up tersebut juga bukan termasuk jenis sanksi yang merugikan, akan tetapi malah menyihatkan.

Saksi push-up oleh petugas gabungan dari unsur polisi, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bangkalan itu pada setiap ada temuan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan warga.

Salah satunya, seperti pada pelaksanaan operasi yustisi penegakan disiplin protkol kesehatan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Jumat (11/2/2022) malam.

Di lokasi ini, petugas menemukan empat orang pengunjung kafe leseran yang berjualan di depan stadion yang tidak menggunakan masker.

Petugas langsung memerintahkan push-up keempat orang itu. “Ayo, push-up 10 kali,” pinta Kapolres Bangkalan yang memimpin langsung operasi penegakan disiplin protokol kesehatan itu.

Usai menjalani sanksi push-up, Kapolres AKBP Alith Alarino selanjutnya menyerahkan empat buah masker, dan meminta yang bersangkutan agar selalu dipakai apabila hendak keluar rumah.

“Kalau ke luar rumah seperti ini, dipakai ya. Jadi, tolong sama-sama menjaga. Petugas, seperti kami, tidak ingin menggelar operasi prokes seperti ini. Kami juga sama-sama ingin COVID-19 ini berakhir,” ujar kapolres kepada keempat orang itu.

Selanjutnya orang nomor satu di lingkungan Polres Bangkalan ini menjelaskan, bahwa saat ini sudah ditemuan ada varian baru COVID-19 yakni omicron yang penyebarannya lebih cepat.

“Karena itu, mari saling menjaga, dan munculnya varian omicron juga menjadi dasar betapa pentingnya penggunaan masker dan menjauhi kerumunan,” kata kapolres, menambahkan.

Selain menyasar para pengunjung kafe, sosialisasi tentang pentingnya menegakkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 itu, juga disampaikan tim “Pamor Keris” Polres Bangkalan kepada para penjual makanan dan minuman di area Stadion Gelora Bangkalan.

Sebelumnya Pemkab Bangkalan melaporkan, per tanggal 10 Februari 2022, jumlah kasus aktif COVID-19 di wilayah tersebut mencapai 167 orang, meningkat dari jumlah sebelumnya yang hanya 120 orang.

Dari jumlah itu, pasien yang sedang menjalani perawatan isolasi terpusat sebanyak 69 orang, sedangkan pasien yang dirawat di rumah sakit 23 orang. Sisanya, menjalani isolasi mandiri. (YAKUSA.ID-15)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Sabtu Besok, Musyawarah Daerah MD Forhati Pamekasan Digelar

27 Mei 2022 - 20:01 WIB

Cerita Yunita Agustini, Sosok Perawat di Taiwan yang Kuliah di UICI

27 Mei 2022 - 16:54 WIB

Indonesia Berduka, Buya Syafi’i Ma’arif Tutup Usia

27 Mei 2022 - 12:49 WIB

Berkunjung ke Indonesia, Mesut Ozil Temui Anies Baswedan

27 Mei 2022 - 08:10 WIB

Jaringan Aktivis Nusantara Nilai Penunjukan TNI/Polri Jadi Pj Kepala Daerah Sah, Ini Alasannya

27 Mei 2022 - 05:02 WIB

Soal Penyakit Mirip PMK di Kadur, DKPP Pamekasan Tunggu Hasil Uji Lab

26 Mei 2022 - 21:36 WIB

Trending di Daerah