14 Juni 2021

Peluh Kisah Pemahat Generasi

Gambar Ist (Merahputih.com)

Oleh : Survia Eva Putriani (Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super)
Editor : Hasiyah

Di tawarkan jendela berisi cakrawala sebagai racun pembunuh kebodohan
Persinggahan yang di lewati terus menyisakan ilmu yang teraliri
Mengukir mimpi-mimpi di setiap dinding yang hendak didiri
Terlintas berimajinasi, bagaimana bisa mewujudkan mimpi yang terus meninggi?

Tapi keajaiban menghampiri
Buruh penebar tinta kebaikan memberi janji
Ketika mimpi telah berdiri meski dinding masih rapuh hendak berdiri
Berlindunglah diantaranya meski belum sepenuhnya jadi
Karena ada aku sebagai atap yang menaungi
Mengembang tenda dimalam hari
Kemudian terbang sejak dini hari

Tapi sayang seribu sayang, terkadang cucur keringat tidak terbalas sesuai abdi
Meskipun dirimu tidak pernah minta balas budi
Terkadang terketuk juga separuh nurani
Melihat pejuang pemberantas kebodohan tidak mendapatkan pandangan hati dari petinggi
Sering terlupakan sejarah yang terukir rapi
Dimana banyak para pahlawan pendidik melahirkan generasi peradaban yang berkualitas tinggi

Mungkin jasamu tidak akan pernah terbalasi
Tapi sudah sepantasnya namamu tetap terpatri
Sebagai penghormatan dari kami yang pernah fakir tidak terpandangi
Tapi karena adanya sentuhan dari pemahat generasi
Hingga kami mampu berdiri di pijakan sendiri

Laramu dalam memberi
Tidak akan selamanya usahamu mengingkari
Akan ada masa generasi yang berazzam untuk memperjuangkan hakmu agar terpenuhi
Dengan banyaknya yang menggelar upacara 2 mei
Ku titip harap bukan sekedar ucapan selamat yang di beri
Tapi punya misi yang menjulang tinggi
Berjanji dalam hati, siap memperjuangkan hak para pengukir generasi

Untuk 2 mei
Ke titip salam penuh takzim yang menghiasi
Kepada seluruh pendidik generasi yang yang tersebar di seluruh pelosok negeri
Serentet kata untuk pemahat generasi
Seuntai pesan untuk yang sudah teramanahi