3 Agustus 2021

Pemuda dan Sikap

Ilustrasi (Foto: akurat.co)

Oleh: Agung Pratama
HMI Cabang Gowa Raya Komisariat Ushuluddin Filsafat

Berbicara tentang pemuda, sama halnya berbicara tentang sikap. Berawal dari sebuah proses pencerahan intelektual, kemudian membentuk karakter, sehingga mempunyai gagasan yang besar.

Pemuda tentang sikap. Sikap apatis,optimis,pesimis,extrimis, dan banyak lagi mis mis yang mempengaruhi sikap pemuda.

Pemuda tentang sikap, katanya : terbentur,terbentur lalu terbentuk.

Pemuda tentang sikap. Proses demi proses dilalui begitu saja tanpa kalkulasi mengenai situasi dan kondisi yang dialami seiring berjalannya suatu proses.

Pemuda tentang sikap. Gagasan demi gagasan disumbangkan kepada bangsa dengan suara lantang dan aksi yang memukau.

Pemuda tentang sikap. Narasi diperlihatkan dengan gagah perkasa seolah semua gagasan sudah terjawab dengan narasi tanpa memikirkan karyanya apa.

Pemuda tentang sikap. suara dilantangkan,ide dibesarkan, dan raga dikorbankan, demi tercapainya sebuah karya yang seolah-olah memonopoli keindahan dari sebuah karya.

Pemuda tentang sikap. Masih adakah pemuda yang bersikap hari ini?Masih adakah pemuda yang mempunyai gagasan besar?
Masih adakah pemuda pencipta narasi, lalu menghasilkan karya bertajuk keindahan?.

Pemuda tentang sikap. Ternyata sikap hanyalah sikap, gagasan, narasi, karya hanyalah sebuah keindahan yang berada di sekitar ide.

karena pemuda hari ini bersikap dengan kalkulasi bisnis, gagasan dan narasi hanya sekadar modal yang penghasilannya dimonopoli demi keberlangsungan hidup seorang pemuda saja, bukan untuk keberlangsungan hidup bangsa.