28 Juli 2021

Peran dan Strategi KOHATI Menghadapi Krisis Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Octy Avriani Negara Wakil Sekretaris Umum Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI

Oleh: Octy Avriani Negara (Wakil Sekretaris Umum Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI)

Perekonomian menjadi salah satu sektor yang terdampak paling telak akibat wabah virus corona Covid-19. Khususnya bagi pekerja harian yang terancam kehilangan penghasilan karena imbauan untuk tetap berada di rumah demi mencegah penularan virus corona jenis baru tersebut.

Bahkan tak sedikit perusahaan melakukan pemutusan kerja pada karyawannya karena kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Apalagi dengan adanya bencana wabah covid-19 belakangan ini telah menjatuhkan sendi-sendi kehidupan dan perekonomian serta industri Indonesia. Secara aspek kemanusiaan, maka keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi hal yang paling utama. Namun sejalan dengan itu perlu melihat aspek kemanusiaan dan juga bagaimana agar kemudian pertumbuhan ekonomi dan industri dapat berkelanjutan.

Bila kita ingin menguatkan pertumbuhan ekonomi nasional, maka tendensi pemerintah sebaiknya menguatkan SDM lokal dengan daya saing dan kompetensi berkelas dunia sehingga mampu mengolah SDA yang tersedia di bumi Indonesia.

Pemerintah harus menggali lebih dalam dan kembangkan IKM, UKM, UMKM termasuk Koperasi agar terjadi pemerataan dan peningkatan peran serta pelaku industri lokal di dalam negeri.

Dimana peran KOHATI?

Peran adalah suatu sikap/ perilaku yang diharapkan oleh banyak orang/ sekelompok orang terhadap seseorang/ institusi yang memiliki aspek dinamis dari status/ kedudukan tertentu (PDK hal 54)

Peran KOHATI pasal 8:
Kohati berperan sebagai pembina dan pendidik HMI-Wati untuk menengakkan dan mengembangkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Eksistensi kohati dianggap sangat penting karena merupakan laboratorium hidup Yang mewujudkan HMI-wati berkualitas untuk menghadapi masa depan yang cemerlang.

Sesuai peran kohati itu sendiri, diharapakan disaat pandemi seperti saat ini kohati tetap mampu mempertahankan eksistensi nya sebagai pembina dan pendidik. dengan cara apa? tetap memberikan ruang-ruang pengetahuan kepada HMI-Wati. Sehinngga walaupun kita #dirumahaja tetapi kohati tidak kehilangan perannya tersebut.

Kondisi pandemi seperti sekarang memang tidak memungkinkan untuk terjun langsung merangkul usaha UMKM dll. Tetapi setidaknya KOHATI yang tersebar dari sabang sampai marauke dapat memainkan the power of sosial media untuk mampu mendorong memasarkan setiap usaha produk kawan/saudara kita. Sehingga mereka yang hidup lewat upah harian dapat tetap bertahan selama pandemi ini.