22 Oktober 2021

Perempuan Penenun Kisah (Part-IV)

Karya : Survia Eva Putriani (Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super)

Tiba-tiba ibu Khadijah membuyarkan lamunan Khadijah.

“ Khadijah, kamu kok belum tidur? ”
“ Lah, ibu ngapain belum tidur? ”
“ Tadi ibu terbangun mau ke kamar mandi.

Tapi liat pintu depan masih terbuka. Ternyata kamu masih di luar ”
“ Oh, iya bu. Khadijahkan baru pulang ke kampung bu. Udah lama nggak liat sawah, menikmati suasana malam. Di kota susah mencari keasraian yang alami bu ”
“ Jangan menipu ibu Khadijah, kamu berasal dari rahim ibu. Apa yang kamu pikirkan ? apa kisah hari lalu belum usai ? masih mau menunggu kisah yang lama tanpa mau menyambut kisah baru yang hendak dimulai ? ”

“ Ibu ngomong apasih bu ? adik udah tidur ya bu ? ” Khadijah berusaha mengalihkan pembicaraan.
“ Kamu memang tidak berubah Khadijah. Apapun masalah yang kamu hadapi, seberat apapun beban pikiranmu, kamu tidak pernah ingin berbagi dengan ibu ”
“ Ibu, masalah Khadijah itu tidak seberapa ibu. Tidak ada yang memberatkan, ujian itu pasti ada. Tapi tentu yang Khadijah alami tidak seberapa jika dibandingkan beban pikiran ibu. Khadijah baik-baik aja ibu ”

“ Iya ibu tau, sejak kapan kamu mau mengatakan bahwa kamu sedang tidak baik-baik nak ”
“ Hari sudah larut malam, ibu tidur aja. Khadijah juga masih diskusi online sama temen, jadi pengennya diskusi sambil menikmati suasana malam buk ”
“ Kamu masih berat melepaskan Rahmankan ? masih terpikirkan dia? ”

“ Ibu ngomong apasih buk, nggak kok. Khadijah yakin, jodoh nggak bakal kemana-mana juga buk. Ikuti setiap guratan takdir ilahi aja bu, jika bang Rahman jodoh Khadijah sejauh apapun terpisah akan kembali ke muara. Tapi jika bang Rahman bukan jodoh Khadijah, sekuat apapun menggenggam akan tetap berpisah ”

“ Ibu rasa kamu sudah bijak dalam menyikapi setiap kondisi, jangan terlalu berlarut dalam nestapa nak ”
“ Iya bu ”
“ Bagaimana dengan rencana keberangkatan kamu ke Sulawesi nak? ”
“ Ibu udah mengizinkan? ”
“ Kamu ke Jogja itu merantau, terus mau pergi ke daerah yang beda provinsi dan jaraknya sangat jauh lagi nak ”

“ Iya bu, Khadijah tau. Tapi ke Sulawesi bukan semata-mata hanya ingin survival disana bu. Tetapi ada misi kemanusiaan yang akan kami jalankan bu. Berupa donasi untuk masyarakat kurang mampu di Sulawesi. Bukan hanya ingin mencari kesenangan kami saja bu, tetapi kami ingin kedatangan kami dirasakan manfaatnya dari warga disana bu ”