11 April 2021

Perisai Mungil Itu Ade Irma Suryani Nasution

Karya : Survia Eva Putriani (Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super)
Editor : Taufik

Tubuhmu masih terlalu mungil untuk peluru yang bersarang tanpa nurani
Memupuskan cita-cita sebagai penerus Jenderal dari sang ayah
Menguburkan segala impian yang pernah terukir di setiap petang
Tegakmu menghadang semua amunisi yang hendak menyerang

Hati ayah tercabik melihat putri kecilnya telah menjadi perisai seorang Jenderal
Tapi ketegaran sang istri merangkul badan mungil yang sudah mulai dibanjiri darah
Dan menghadap todongan senjata dengan tidak kalah berwibawa

Langkah kaki sungguh berat meninggalkan orang terkasih dalam atap durjana
Tapi gadis kecil telah berkorban dan istri siap menjadi tameng pengganti
Tidak mungkin darah itu mengalir sia-sia hanya karena kalah perang dengan nurani
Dengan tatapan sedih meninggalkan keluarga terkasih
Berharap Allah tetap melindungi

Sampai di mentari merekah membawa kabar yang mengguncangkan negara
Bersyukur melihat gadis kecil dan istri masih menyambut dengan hati yang ridha
Dikira kisah telah usai ternyata cerita barulah hendak di mulai
Bukan hanya ingin mengambil ajudan yang setia tapi juga putrimu yang masih belia

Saat terbaring terkulai
Bukannya bertanya bagaimana keadaan dirimu, malah dengan polosnya menggali cerita
Kenapa ayah ade mau di bunuh mama?
Yang bernurani akan terenyuh mendengar tanyamu yang belum mengerti perihal kejamnya panggung sandiwara dunia

Kamu masih terlalu kecil adik
Tapi penghianatan itu tidak memandang harapan panjangmu untuk mengukir kisah
Tidak bernurani hingga ingin merenggut ayahmu yang tercinta

Mereka hendak merampas darimu dengan paksa
Meski cerita hidupmu belumlah panjang dan usiapun masih belia
Tapi ketakutan telah di gugat sendiri oleh gadis kecil yang belum mengerti apa-apa
Nyawa sang ayah lebih berharga, hingga terjun di medan laga tanpa senjata

Om Tendeanmu juga bernasib sama
Kesetiaanlah yang menjadikan siap berkorban dengan menggadai nyawa
Adik, tanpa tamengmu mungkin cerita akan berbeda
Jumlah jendral yang merenggut nyawa di lubang buaya akan bertambah
Terimakasih pahlawan kecil atas pengorbananmu yang tidak pernah ketara
Kamu menutup usia dengan sangat belia
Darimu kami belajar, usia bukanlah tolak ukur untuk membela negara