Menu

Mode Gelap

Daerah · 28 Nov 2021 11:51 WIB ·

Puteri Cilik Indonesia 2020, Anjelique Jenavieve Bangga jadi Bagian Eksotik Kemilau Madura


 Puteri Cilik Indonesia 2020, Anjelique Jenavieve Bangga jadi Bagian Eksotik Kemilau Madura Perbesar

Pamekasan, YAKUSA.ID – Putri Cilik Indonesia 2020, Anjelique Jenavieve mengaku bangga saat menjadi bagian dari pagelaran Eksotik Kemilau Madura yang berlangsung di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Sabtu (27/11/2021) kemarin.

Gelaran Eksotik Kemilau Madura ini merupakan puncak acara dari rentetan kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-491.

Dalam acara tersebut, dara asal Kota Pahlawan ini menjadi salah satu model yang tampil memukau di hadapan para tamu undangan di gelaran itu.

“Suatu kebanggaan dapat berpartisipasi secara langsung dalam mendukung terselenggaranya gelaran Eksotik Kemilau Madura di hari jadi Kabupaten Pamekasan ke-491 ini,” katanya, Minggu (28/11/2021).

Saat tampil, perempuan yang akrab disapa Nevy ini tampil dengan busana Batik Tenun Madura karya Leby Management Sampang.

Nevy mengaku sangat senang. Ia berharap, dengan segala perkembangan batik Madura dapat tetap eksis memukau dunia dengan corak kekhasannya.

“Begitupun, para designer batiknya, dapat menunjukkan karya terbaiknya sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk Madura dan Indonesia,” ujarnya.

Malam itu, Nevy berkolaborasi dengan desainer muda lokal Pamekasan dan sejumlah Model Fashion lainnya.

Nevy pun berterima kasih kepada para pihak penyelenggara dan Leby management yang telah memberikan ruang untuk tampil dan ikut memeriahkan acara tersebut.

Sementara Desainer Batik Tenun Madura, Leby mengatakan, gaun yang dipakai oleh Nevi saat fashion show merupakan motif Batik Madura tenun.

Sekitar tiga bulan pihaknya menyiapkan busana tersebut untuk Nevy tampil di acara Eksotika Kemilau Madura dalam rangka ikut serta menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan yang ke-491.

“Memang sulit bikinnya kalau yang batik tenun. Tapi kualitasnya bagus kalau dipakai model, terlihat tampil beda,” kata Leby saat diwawancarai di lokasi acara.

Menurut dia, motif batik busana yang dipakai Nevy asli dari Kabupaten Sampang. Kata dia, batik tenun itu menggambarkan ‘Tandhuk Majheng’.

Leby mengaku ingin menyuguhkan motif batik tenun Madura yang berbeda terhadap tamu dari luar Madura yang hadir pada acara ini.

Tujuannya, supaya tamu dari luar Madura yang datang ke Pamekasan semakin tertarik untuk membeli batik-batik yang asli Madura.

“Kami ingin batik Madura itu semakin dikenal.” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Manajemen Steps Model Surabaya yang dimiliki oleh Putri Cilik Indonesia 2020, Abdus Somad yang sekaligus Direktur Istana KaDe Batik dan Taylor mengapresiasi panitia penyelenggara Hari Jadi Pamekasan ke-491 karena bisa mengangkat desainer muda lokal dan model-model lokal Pamekasan.

Pihaknya sebagai Pembina Manajemen Steps Model Surabaya mengaku bersyukur dan berterima kasih, karena saat ini Pamekasan sudah mulai bangkit dalam dunia fashion dan mulai menggeliat seperti kabupaten lainnya diMadura.

“Melalui event fashion show, kita sangat gampang untuk mempromosikan batik Pamekasan, apalagi sesekali kita gandeng, kita Join dengan model-model dari luar kota yang sudah punya brand di level Nasional untuk ikut andil mempromosikan batik Pamekasan supaya semakin top,” tutupnya.

Reporter: Kholisin

Editor: Arifin

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengurus HMI Cabang Pamekasan Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

19 Januari 2022 - 21:41 WIB

Sidang Senat Terbuka Milad Pertama, Prof Laode Sampaikan Capaian UICI

18 Januari 2022 - 10:18 WIB

Anggota DPR RI Muhammad Fauzi Terpilih Presidium KAHMI Sulsel 2022-2027

18 Januari 2022 - 01:37 WIB

Vaksinasi Anak di Pangkep Ditarget Selesai dalam Sebulan

18 Januari 2022 - 00:06 WIB

Permudah Layanan Administrasi, Pemkab Pangkep Bentuk Kordukcapil

17 Januari 2022 - 22:05 WIB

35 Peserta Ikuti Kohati Development Program

16 Januari 2022 - 15:56 WIB

Trending di Daerah