22 Oktober 2021

Quo Vadis Pemuda Indonesia?

Oleh : Ponirin Mika (Pemerhati Pendidikan di Indonesia)

Pemuda seringkali diasumsikan sebagai pendobrak perubahan arah bangsa dari yang kurang baik menuju hal yang baik, tentu tidak melanggar terhadap hal yang prinsip yang telah menjadi dasar dari ruh bangsa.

Pemuda dengan semangatnya yang menggelora menuntut kepada semuanya, untuk menitipkan semangat dalam menjalankan perubahan-perubahan yang ideal. Hal itu tidak salah, mengingat kontribusi pemuda dalam mengawal perjalanan bangsa tidak bisa diragukan.

Saat ini telah banyak yang mempertanyakan berkait peran pemuda dalam memajukan bangsa. Mungkin saja pertanyaan itu muncul akibat kurang percaya terhadap pemuda saat ini. Ada sebagian orang menilai bahwa pemuda telah kehilangan jati dirinya akibat dari perilaku jauh menyimpang dari keharusan pemuda dalam melaksanakan perannya. Meski itu hanya segelintir dari pemuda yang melakukan demikian, tapi hal itu cukup mengganggu terhadap cita-cita ideal pemuda.

Seyogyanya persoalan itu tidak cukup untuk dijadikan sebagai acuan dalam mengklaim bagi pemuda, menjadi sumber daya manusia yang tidak lagi mampu menunjukkan perannya.

Pemuda yang ideal telah berdiri tegak dan terdepan untuk menjadi Pioner dalam mewujudkan cita-cita bangsa, demi terwujudnya cita-cita bangsa.

Memang saat ini telah banyak pertanyaan, mau kemana pemuda saat ini? Pertanyaan itu tidak seutuhnya salah, tapi juga tidak semuanya benar, bahkan bisa dikatakan salah.

Aktifitas-aktifitas yang telah menjadi icon pemuda hampir punah dipermukaan, karena kurang maksimalnya pemuda dalam mengawal perannya.

Oleh karenanya, semangat pemuda perlu dikobarkan kembali dengan semat sumpah pemuda yang telah tertancap di sanubarinya. Dengan begitu peran pemuda akan nampak dan terwujud lagi, sehingga menjadi manusia pengawal cita cita bangsa yang ideal.