3 Agustus 2021

Ramadhan Tegar Dalam Menata

Ilustrasi (Foto: muslim.okezone.com)

Oleh : Survia Eva Putriani ( Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super )
Editor: Hasiyah

Terdengar kabar angin, senandung takbir hendak bergema
Semua berbahagia dengan ragam niat yang tertera
Terdengar pula jauh di sudut kampung harapan suara syurga dunia
Berlirih dengan seuntai pengingat bahwa Ramadhan hendak bersua

Mungkin sedikit lara kembali menganga
Untuk kesekian kalinya menyambut tanpa bersua
Ingin melipat jarak agar kita kembali bercengkrama
Duduk bersila mengintip suara beduk untuk berbuka
Ternyata itu masih hayalan belaka
Karena mu terpenjara di negeri tanpa saudara

Gema takbir tetap disambut dengan suka cita
Meski setiap berbuka dan sahur hambar yang dirasa
Sebabmu terlalu jauh berkelana
Ramadhan tegarlah dalam menata
Jiwa segeralah membaja
Meski harap masih dalam keadaan yang sama

Hingga kelak engkau punya cerita
Bagaimana merawat rindu penuh nestapa
Ingin berjumpa tapi tidak kuasa
Hingga mampu berkisah
Bagaimana airterjun mengalir dari lembayung mata
Karena teringat Ramadhan jauh dari orangtua