14 Juni 2021

Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kohati PB HMI Gelar Talkshow Virtual

YAKUSA.ID – Dalam rangka merefleksi Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni lalu, Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI Bidang Hubungan Antar Lembaga menggelar Talkshow dengan tema “Pancasila Sebagai Asa Mewujudkan Indonesia Bersatu dan Tangguh” secara virtual melalui zoom meeting, Sabtu (5/6/2021).

Talkshow yang juga tayang di channel youtube Yakusa ID itu, menghadirkan beberapa narasumber yakni, Direktur Pengkajian dan Materi BPIP Muhammad Sabri, Ahli Hukum Tata Negara dan Pengamat Politik Rafly Harun, dan Ketum PB HMI Raihan Ariatama.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurniawan Tandjung sebagai Keynotespeaker.

Dalam sambutannya ia menyampaikan, lahirnya Pancasila terdiri dari berbagai perspektif. Jika dilihat dari literaturnya ada yang menyebutkan 1 Juni dan ada juga yang menyebutkan 22 Juni.

Namun sebagai bangsa yang besar, kata dia, tidak perlu mempedebatkan hari kelahiran Pancasila, karena yang terpenting bagaimana cara memaknainya.

“Kaum millenial harus menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggaannya terhadap pancasila serta harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab tidak dipungkiri kaum millenial seringkali menjadi penentu kelemahan atau kekuatan dalam sebuah negara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga KOHATI PB HMI, Nurmaida Saana mengatakan, adanya keberagaman agama, etnis, maupun cara pandang yang ada di Indonesia, kerap kali menimbulkan konflik.

Oleh karena itu, kata Nurmaida, perlu adanya satu pandangan yang kemudian dapat menyatukan keberagaman dan bisa dijadikan sebagai identitas bersama.

“Penanaman kembali kekuatan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan khususnya terhadap kaum millenial,” katanya.

“Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, kelima sila itu tentunya juga menjadi dasar masyarakat Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua Umum Kohati PB HMI Umiroh Fauziah dalam sambutannya menyatakan, pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa yang sepatutnya juga diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut perempuan asal Kota Banjar itu, dalam kegiatan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat, pancasila jangan sekedar dijadikan sebagai jargon politik sehingga tidak ada lagi yang mengklaim paling pancasilais.

“Banyak sekali elit politik menggunakan pancasila sebagai alat pembenaran politiknya.” tegasnya.

Untuk diketahui, acara yang berlangsung selama 2 jam lebih itu berjalan dengan khidmat. Diikuti oleh ratusan peserta baik yang melalui zoom meeting maupun yang menyaksikan lewat kanal youtube Yakusa ID.

Reporter: Hotibul Umam
Redaktur: Arifin