3 Agustus 2021

Revolusi Mental dalam Pendidikan

Hasiyah (kiri) saat foto bersama Wabup Pamekasan, Raja’e
Revolusi Mental dalam Pendidikan
Oleh: Hasiyah (Kader HMI FKIP UNIRA)
Kehidupan tidak bisa dilepaskan dengan pendidikan, sebab Pendidikan merupakan ujung tombak suatu kehidupan. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh manusia agar tumbuh dan berkembang. Tak dapat dipungkuri bawa dalam pendidikan formal di Indonesia sampai saat ini, ukuran keberasilan pendidikan adalah tinggi rendanya nilai yang mereka dapatkan. Padahal persoalan pendidikan semakin kompleks, nilai bukan satu-satunya penentu keberasilan pendidikan.

Memasuki masa pendidikan Society 5.0 Sumber daya Manusia (SDM) sangatlah diperlukan untuk menyeimbangi dan menjalankan pendidikan yang telah dikemas dengan pendidikan Society 5.0 . Kompetisi sumber daya manusia merupakan out put dari pendidikan, sebagaimana dikatakan (Langgulung : 1987) Pendidikan mencangkup dua kepentingan utama, pengembangan potensi individu dan pewaris nilai-nilai budaya. Dengan demikian peran pendidikan sangat berpengaru untuk mengantarkan Sumber daya manusia memiliki potensi terampil dan profesional. (Winarno, 2014).

Dalam pendidikan, revolusi mental harus mampu menanamkan nilai-nilai yang berharga. Revolusi mental sangat diperlukan karena tantangan abad 21, dan menyiapkan generasi emas 2045 yang membutuhkan manusia kreatif, inovatif dan produktif dan memiliki soft skill yang jelas. Proses pendidikan seharusnya tidak lagi seperti abad ke 20 yang hanya memenuhi kepentingan para penguasa, memenuhi kehendak para industrialis bahkan hanya memenuhi kehendak para penjajah yang hanya melahirkan mental kuli (kolonialistik). Pendidikan harus membebaskan dan membuka pintu bagi peserta didik dalam mewujudkan cita-citanya sesuai dengan minat dan bakat. Sehingga bisa menjadi pribadi mandiri yang siap saling berkomunikasi, berkolaborasi, bahkan bersanding dan bersaing serta bertanding. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan revolusi mental di Sekolah maupun Universitas sebagai jawaban konkret dan operasioal terhadap berbagai masalah Pendidikan baik internal maupun ekternal. Pembangunan masyarakat dan bangsa yang dilakukan pada saat ini cenderung menerapkan prinsip-prinsip paham liberalisme yang tidak sesuai dan kontradiktif dengan nilai, budaya, karakter Indonesia, sudah saatnya dikoreksi untuk menjadi lebih baik. Koreksi yang dilakukan tidak harus menghentikan proses reformasi yang sudah berjalan, tetapi dengan mencanangkan revolusi mental, menciptakan paradigma budaya dan pendekatan national building sebab revolusi mental lebih susah dibandingkan revolusi fisik. Pamekasan merupakan kota yang akrab disebut dengan kota pendidikan, hal ini dilihat dari jumlah perguruan tinggi yang ada di Pamekasan yakni 14 perguruan tinggi, dan 100 lebih Sekolah Menengah atas. Dari jumlah sekolah dan perguruan tinggi Pamekasan merupakan Kabupaten yang memiliki sinergi aktif dalam upaya memajukan pendidikan. Revolusi mental akan memberikan dampak penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembangunan. Revolusi mental dalam Pendidikan meliputi arena yang luas, namun ada prioritas yang perludiperhatikan dalam revolusi mental di sekolah maupun Perguruan tinggi antara lain : Peningkatan kualitas guru di mana guru harus memahami pembelajaran yang aktif dan kreatif, mengembangkan pengalaman bersama peserta didik dan memupuk tanggung jawab. Yang kedua yaitu Revolusi mental dalam Pembelajaran dan Revolusi mental dalam setiap bidang studi. Upaya peningkatan mutu Pendidikan yang telah dilakukan selama ini sering terhambat oleh rendahnya kualitas para pelaksana lapangan, baik guru, Dosen, Kepala sekolah maupun pengawas. Kenyataan tersebut harus dijadikan bahan pertimbangan dalam mengawal dan mengawali perjalanan pembentukan Revolusi mental bagi peserta didik.
Revolusi mental dalam pendidikan merupakan suatu out put keberahsilan yang nyata, sebab pendidikan tanpa adanya revolusi mental teradap peserta didik bukanla pendidikan yang berasil. Sasaran revolusi mental di sekolah adalah sebagai berikut : 1. Mewujudkan Visi, Misi, dan strategi 2. Menumbuhkan budaya mutu di sekolah 3. Menumbuhkan harapan prestasi tinggi bagi peserta didik 4. Menumbuhkan kemauan tinggi untuk berubah 5. Menumbuhkan kemandirian bagi peserta didik 6. Menciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman serta tertib.