22 Oktober 2021

Sedihnya Dinda HMI Melihat Kanda MD KAHMI Batubara Kini

Penulis : Arwan Syahputra (Kader HMI Kabupaten Batubara Sumatera Utara)

“Kanda… Perbaiki KAHMI, atau mengundurkan diri? Semua kembali pada kanda, karena pembiaran bukan hal mudah untuk diikhlaskan bagi kami kader HMI”

Saling berjabat tangan, punya kerukunan yang baik, hubungan harmonis antara kader HMI dan KAHMI merupakan langkah sinergis antara kanda KAHMI dan dinda HMI yang sudah mestinya dibangun.

Meski HMI dan KAHMI, dua organisasi yang berbeda secara struktural namun HMI dan KAHMI punya hubungan historis dan ideologis yang sama-sama pernah berada dalam bingkai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Mungkin tak ada yang meragukan peranan HMI dan KAHMI dengan gerakan keislaman dan kebangsaannya, berdedikasi untuk bangsa dan negri ini, berbuat untuk perwujudan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah Swt.

Bahkan, orang nomor satu di Indonesia Presiden Jokowi juga sadar, sempat memuji peranan HMI dan KAHMI di negara Indonesia. Apalagi jika kita mengerucut membahas soal ke-KAHMI-an, tentu saat ini MN KAHMI punya terobosan terbaru yang mengisi peradaban, salah satunya mendirikan Universitas insan cita Indonesia (UICI).

Namun demikian, tak semua majelis pengurus KAHMI didaerah punya terobosan seperti MN KAHMI, sebut saja seperti nasib MD KAHMI Batubara dimasa kepemimpinan Kanda Abdul Khodir Simorangkir sekarang.

Program MD KAHMI Batubara dipimpin oleh kanda Abdul Khadir kini seperti melihat semut dibawah batu dari atas menara, ada namun terkesan dalam ketiadaan.

Lihat saja dulu, sebelum terpilih entah apa saja yang disampaikan oleh Kanda satu itu, agar mendapat simpati dari alumni HMI di Batubara.

Bahkan, setelah terpilih banyak sekali gagasan yang akan dibangun oleh Kanda Abdul Khadir Simorangkir, tapi harapan ini, apakah keinginan yang akan terwujud atau sebatas ilusi tak bertepi?

Lihat saja, program KAHMI preuner yang dicanangkan oleh kanda Abdul Khodir Simorangkir sejak 17 Maret 2018 lalu, hingga sampai perujung masa kepengurusannya entah apa yang sudah dibuat, bagaimana pula nasib KAHMI preuner, sudah bernama tapi tak terlaksana?

Bisa juga kita lihat sejauh mana gagasan Kanda Abdul Khadir Simorangkir merangkul alumni HMI di Batubara, dari setiap kecamatan, bagaimana pula hubungan KAHMI Batubara dengan kader HMI yang seharusnya bersinergi membangun dan menjawab persoalan daerah. Peranan KAHMI Batubara, masih jauh panggang dari api.

Atau kita harus marah? Saat ada yang menilai kader HMI yang pandai sekali mengola-olah, atau dibilang “KAHMI selalu punya kepentingan politis,”, atau kita harus marah saat ada yang menggaungkan bubarkan KAHMI? Seperti kata sekelompok pemuda yang menyebut dirinya Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam mendeklarasikan berdirinya Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FAHMI) pada 2003 lalu.

Sepertinya tak perlu lagi merespon semua kritikan itu dengan amarah, tapi membuktikannya dengan program yang baik, seperti yang dicontohkan oleh MN KAHMI kini.

Masukan diatas sudah cukup untuk menampar stagnansi KAHMI Batubara sekarang, kepemimpinan Kanda Abdul Khadir Simorangkir kini diuji, mampukah ia menepis semua tudingan ini atau malah harus marah, dan menciptakan perananan “anak main”, dan mencibiri semua ini.

Kita rasa tak mungkin Kanda Abdul Khadir Simorangkir harus merespon kritikan dengan bawa perasaan, tak mungkin pula harus meraung kepanasan, apalagi kanda kita satu ini sosok yang tak mungkin lagi diragukan ke-HMI-annya dulu, dengan segala track record yang dimilikinya.

Mungkin saja, Stagnansi KAHMI Batubara dibawah Abdul Khodir Simorangkir karena kekhilafannya selaku manusia yang nisbi, meski beliau tokoh besar di Sumatera Utara namun tokoh juga manusia, yang namanya manusia tentu bisa salah dan khilaf sebagai hakikat kemanusiaannya manusia.

Atau jika tak mampu lagi memimpin KAHMI Batubara alangkah baiknya kanda mengundurkan diri saja? Seperti besarnya hati kanda Akbar Tanjung sang inspiratori kita di HMI kini, yang mengundurkan diri dari cawapres, menganggap jabatan bukan segala-galanya.

Jika Kanda Abdul Khadir Simorangkir bisa semacam ini, mungkin banyak pihak yang menginspirasikan kanda.

Sudahlah, kanda Abdul Khadir Simorangkir juga telah menjadi Ketua KNPI kabupaten Batubara. Mungkin beliau ingin fokus di KNPI.

Jika demikian mundur saja dari Koordinator presidium MD KAHMI Batubara, biarkan KAHMI dipegang oleh orang yang tak lagi sok sibuk, tak lagi beralasan tugas padat sehingga tak bisa pimpin KAHMI dengan baik, dan tak lagi membawa KAHMI saat-saat musim politik saja.

KAHMI Batubara harus bangkit dari pembiaran selama ini, saat ini banyak yang perduli pada KAHMI Batubara, seperti kita kader HMI.

Kanda… Perbaiki KAHMI, atau mengundurkan diri? Semua kembali pada kanda, karena pembiaran bukan hal mudah untuk diikhlaskan bagi kami kader HMI.

*) Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulis, tidak termasuk bagian dari tanggungjawab redaksi.