3 Agustus 2021

Sejarah Lahirnya Universitas Insan Cita Indonesia

YAKUSA.ID – Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (MPT) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof. Dr Harry Azhar Aziz menceritakan sebab lahirnya Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).

Hal itu ia ceritakan saat melantik Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc, M.Eng sebagai Rektor UICI periode 2021-2025.

Didampingi Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Viva Yoga Mauladi, Harry mengatakan lahirnya UICI ini merupakan bagian dari cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan begitu, UICI diharapkan dapat menjadi salah satu role model dalam membantu mencerdaskan masyarakat Indonesia di era digital ini.

“Kehadiran UICI secara momentum sangat tepat, karena hadir di era new normal. Dimana cara kerja dan komunikasi menggunakan digital way,” ujar Harry seperti dilansir indoposco.id, Kamis (17/06/2021).

UICI hadir untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa. KAHMI punya tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, dan itu harus melalui pendidikan.

UICI sendiri merupakan perguruan tinggi yang bernaung di bawah organisasi perkumpulan KAHMI dan dalam penyelenggaraannya di bawah Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI yang saat ini berjumlah 12 orang.

Untuk izin operasional UICI telah diserahkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 30 Desember 2020. Sehingga pada 30 Desember inilah ditetapkan menjadi hari kelahirannya UICI.

Sedangkan kampus UICI sendiri di Kawasan Rasuna Said Jakarta. Untuk workshop perkuliahan, lab robotic dan pengembangan sistem dilaksanakan di kampus 2, yakni Gedung Graha Insan Cita (GIC) yang berada di Jalan Lafran Pane No 100, Sukmajaya, Depok.

“Lokasi kampus di Rasuna Said ini dipilih karena akses yang relatif mudah terjangkau dan berada di kawasan segi tiga emas Jakarta,” kata Sekretaris MPT KAHMI, Subandriyo.

Dia menambahkan, grand launching UICI direncanakan pada pekan ketiga Juli 2021 bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa baru. Mengenai sistem, website, dan lain-lain sedang disiapkan untuk Juli ini akan mengudara.

Sementara itu, Koordinator Presidium MN KAHMI, Viva Yoga Mauladi mengatakan, UICI adalah perguruan tinggi yang lahir dari rahim keluarga besar HMI. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota KAHMI untuk mendukung berdirinya UICI.

“Kita sama-sama berikhtiar agar UICI ini benar-benar menjadi kampus berbasis digital yang dapat menjawab tantangan zaman. Apa yang kita bangun hari ini akan menentukan masa depan umat dan bangsa,” tutur Viva.

Selain itu, Prof. Laode menyampaikan bahwa UICI dalam penyelenggaraan pendidikannya akan fokus mengembangkan sistem pendidikan berbasis budaya digital (digital culture) dengan metode Digital Simulator Teaching learning System (DSTLS).

Metode ini akan mengintegrasikan Learning Management System (LMS) yang saat ini populer di Indonesia dengan Simulator Learning System (SLS), serta didukung teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), paket pengembangan wawasan keislaman dan keindonesiaan.

“DSTLS yang dikembangkan UICI ini adalah inovasi dalam dunia pendidikan. Dengan sistem ini, mahasiswa bisa kuliah interaktif dengan dosen di mana saja, kapan saja dan dengan device apapun,” jelas Prof Laode.

Berbekal pengalaman dua kali menjabat rektor di perguruan tinggi swasta itu, Prof. Laode yakin bisa membawa UICI menjadi universitas yang unggul dan diperhitungkan.

“Target kita di penerimaan mahasiswa pertama ini adalah 3 ribu mahasiswa. Kita punya captive market keluarga besar HMI,” katanya.

Adapun untuk tahun ini UICI membuka 4 jurusan, yakni Bisnis Digital, Informatika Digital, Sains Data Digital dan Komunikasi Digital.

Sebelumnya, pendirian UICI mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Dukungan itu disampaikan saat Rakornas KAHMI pada 15 Januari 2021.

“Ini akan memperkaya inovasi pendidikan tinggi kita. Inovasi-inovasi seperti ini yang harus banyak dilakukan agar kita mampu memenangkan kompetisi global yang semakin ketat dan sengit,” ungkap Jokowi.

Reporter: Kholisin
Redaktur: Arifin