Beranda Umum Sosok Mahbub Djunaidi Mantan Ketum PMII Pertama, Sang Pendekar Pena hingga Mantan...

Sosok Mahbub Djunaidi Mantan Ketum PMII Pertama, Sang Pendekar Pena hingga Mantan Aktivis HMI

0
Mahbub Djunaidi (Foto: Kompasiana)

YAKUSA.ID – Tanggal 17 April merupakan momen bersejarah bagi warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau disingkat PMII.

Sebab, merupakan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-62 yang perlu disambut suka cita bagi kader Biru Kuning.

Organisasi yang didirikan oleh banyak Ulama ini memiliki nafas spirit keIslaman dan Keindonesiaan dengan nilai-nilai Aswaja yang diinternalisasi dari Nahdlatul Ulama (NU).

Kader PMII juga memiliki peran sangat penting dalam kemajuan bangsa Indonesia terutama kala dulu saat membantu Indonesia merdeka melepaskan dari penjajahan asing.

PMII tidak hanya ada di Indonesia namun sudah tersebar di dunia, menunjukan organisasi ini semakin maju dan berkembang pesat.

Salah satu pendiri utama PMII adalah Mahbub Djunaidi.

Siapa yang tidak kenal Mahbud Djunadi yang dikenal dengan Pendekar Pena itu?

Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta pada 22 Juli 1933.

Ia dikenal dengan penulis sekaligus wartawan yang sangat berperan penting bagi literasi di Tanah Air.

Tidak hanya itu, ia juga sebagai sastrawan, agamawan, kolumnis, politikus, serta predikat lainnya yang menjadi salah satu tokoh nasionalis dan religius di Indonesia.

Tulisan yang edukatif dan produktif mampu menjangkau ketimpangan – ketimpangan sosial kala itu.

Tak ayal, karena keahlian atau kepiawaiannya dalam menulis, Ia disebut pendekar pena.

Dedikasi luas biasa melalui tulisan yang dibuat di media cetak mampu merasuki perasaan dan pikiran orang lain.

Ternyata sebelum Mahbud Djunadi berkembang, banyak lika-liku proses yang dilalui.

Mahbub salah satu pengurus yang aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada periode Ismail Hasan Metareum.

Di HMI lah Mahbub pernah dibentuk sehingga memiliki pola pikir kritis sebagaimana tradisi HMI yang sangat kental yakni ngopi, diskusi dan aksi.

Dikutip dari berbagai sumber, ada salah satu alasan Mahbub sering mondar-mandir berproses di HMI sebab HMI – Wati.

Baik karena mengisi malam inagurasi, forum pelatihan atau pun pelantikan. Begitu pula yang dialami oleh Mahbub Djunaidi.

Dinamika kental diskusi di HMI, Mahbud menjadi salah satu aktor dan cakrawala yang berkontribusi bersama pengurusnya periode Ismail Hasan Metareu.

HMI tidak bisa dilepaskan pula dari sejarah sosok intelektual yang kritis ini dari kehidupan sang Pendekar Pena, Mahbub Djunaidi.

Hingga pada 17 April 1960, Mahbub dan para mahasiswa kader Nahdlatul Ulama (NU) membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Hal itu beralasan kuat, karena sangat dibutuhkan dengan wadah yang menyatukan golongan kader PMII khususnya berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

PMII sendiri lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman semakin pesat.

Berdirinya organisasi mahasiswa Biru Kuning itu bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdatul Ulama (NU) untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama’ah.

Ketika konfrensi besar Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) yang memutuskan akan berdirinya Organisasi Kemahasiswaan Nahdliyin yang berskala nasional.

Maka, diutuslah 13 orang delegasi mahasiswa NU dari berbagai wilayah yang akan mendirikan PMII. (*Berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan