14 Juni 2021

Surat Kecil Teruntuk Ayahanda

Penulis: Alvin Karunia (Kader HMI asal Cabang Bangkalan)

Teruntuk Ayahanda Lafran Pane. Seiring
bertambahnya usia Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan seiring berjalannya proses perkaderan pada diri himpunan ini, gejolak kebencian di HMI kini tak tertampung kanda. Semakin hari semakin risau saja pikiran dan hati terhadap Himpunan ini. Seakan, semakin jauh saja dari tujuan yang kau ingin dan harapkan dahulu kala pada adanya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini sendiri.

Besarnya cita-cita Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kini seakan-akan hanya menjadi cita-cita yang utopis. Jenjang training saat ini bukan menjadi sumbangsih terhadap peradaban, tetapi justru sebaliknya. Penghancur peradaban. Sebenarnya, semuanya sadar jikalau Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini sudah terlalu jauh dari apa yang Ayahanda cita-citakan. Namun, seakan-akan itu hanya menjadikan kader-kader dalam Himpunan ini apatis. Kegiatan intelektual seperti diskusi, hanya berhenti di diskusi saja. Ke-Indonesia-an dan ke-Islam-an saat ini bukan menjadi tujuan awal meskipun semua kader HMI sebenarnya sadar. Independensi yang dulu kau ajarkan, kini hanya menjadi coretan belaka di atas kertas putih.

Ayahanda, dulu kau bentuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan hanya sekadar organisasi kemahasiswaan. Tetapi, juga untuk menjadi harapa masyarakat Indonesia. Namun kini semua berbandin terbalik. Himpunan-mu saat ini hanya menjadi beban bagi masyarakat. Pada Artinya sudah tidak mampu hadir
di tengah-tengah masyarakat yang saat ini semakin risau dengan keadaan bangsa ini. Saat ini Himpunan-mu hanya bergemelut di internalnya saja. Hal itu disebabkan kekuasaan yang direbutkan. Seakan semuanya merasa pantas menjadi nahkoda yang bisa membawa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semakin baik kedepannya. Sepak sana, sepak sini. Tak peduli saudara atau bukan. Intinya kekuasaan di internal Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI) dapat diraih. Keberpihakan saat ini semakin tak jelas dan taak menentu.

Sempat terbesit dalam hati kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat ini, “Apakah masih pantas Himpunan ini dipertahankan atau lebih baik dibubarkan saja? Demikian surat kecil yang aku tulis untuk Ayahanda. Semoga engkau tak bersedih membacanya.

*)Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian dari tanggung jawab redaksi Yakusa.Id