3 Agustus 2021

Tapi Sayang Masih Dalam Tawanan Nafsu

Oleh : Survia Eva Putriani (Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super)

Disebalik keindahan dunia yang dijanjikan
Tawaran kerajaan abadi dengan singgahsana yang menawan
Semua hasrat dan impian cukup dengan sekali seruan
Akan berbondong datang menghadap untuk memenuhi keinginan
Dan semua semakin yakin hingga banyak yang bergegas menggadaikan
Tidak pandang apakah itu marwah diri bahkan sampai keimanan
Hanya sebuah tawaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan
Penyakit lupa langsung menyerang akan dunia tempat persinggahan
Terlena dengan fatamorgana yang menghantui dalam angan-angan
Terbuai dengan semilir angin mengantarkan kenegeri dongeng tawanan

Oh jiwa, masihkah terbungkam saat menjadi tawanan nafsu
Masih terbelenggu dengan pemuas yang tidak bermutu
Masih setia dengan majikan yang di Yaumul Masyar hanya membisu
Masih bergelimang dengan janji-janji yang berkutu
Tawa yang membahana melupakan kain kafan sedang ditenun tanpa kenal waktu
Yang perbekalan tidak pernah disiapkan dengan selalu mengulur waktu
Semakin lupa maut tidak pernah permisi dalam bertamu
Hingga suatu masa terasa sesuatu menahan ditenggorokan,terasa akan ada yang tercabut dan berlalu
Tapi sayang jiwa masih menjadi tawanan nafsu
Dan menghadap dengan penyesalan yang menggerutu
Tapi sayang, engkau sudah lama terlena dengan status tawanan nafsu
Hingga kembali ke negeri abadi dengan gelar tawanan nafsu
Tapi sayang dunia melenakanmu hingga engkau selalu berdamai dengan menjadi tawanan nafsu
Tapi sayang, cinta dunia mengakar hingga tidak bergeming dari tawanan nafsu
Dan tapi sayang masih dengan tawanan nafsu