28 Juli 2021

Tersemat diantara Purnama

Oleh: Aisha Fabella, (Kohati Cabang Malang, Komeko UM)

Selamat, tujuh belas november hampir ke lima puluh telah tersemat..

Ingatan ini mengajak pada peraduan yang bukan sekedar tempat singgah sejenak..

Purnama telah beribu dan kau tetap menerjang kerikil dalam perjalanan panjang..

Aku tak mau menyebutmu sebagai malaikat tanpa sayap..

Karna mungkin kau lebih baik dari padanya, atau bahkan hanya manusia biasa yang tak lepas dari salah..

Namun bagiku, kau serupa pemintal jelujur waktu yang merajut erat kehangatan..

Setiap pelukan di sepanjang malam, telah memberiku potongan kasih sayang..

Setiap ocehan di pagi hingga senja, adalah lirik dari puisi cinta tanpa nada romansa..

Ya, tanpa hadirmu aku tak bisa merasakan indah dan kejamnya dunia..

Terima kasih telah membuatku melukis kisah, bergumul dengan banyak tawa meski tak mungkin tanpa tangis..

Kau mengajariku bahwa hidup itu memang berat, banyak tantangan jika ingin menang..

Tapi kau juga yang bilang, kalau itu hanya permainan, harus bisa menikmati hingga pertunjukan usai..

Membuat semuanya mudah, semudah mengingat nama sendiri..

Membuat semuanya ringan, seringan lembar tisu yang akan digunakan untuk usap ingus..

Namun kau juga mengingatkan, permainan ini tak pernah main-main..

Tak lupa pula ku lukisan wajahmu di jantung malam, hingga membuatku tertawa dalam angan di kejauhan..

Maafkan aku tak bisa memberi kado, membawa kue dengan lilin-lilin dan menyanyikan selamat ulang tahun..

Aku hanya punya doa-doa dan pengharapan yang ku layangkan untukmu, kini, nanti, dan selamanya..

Semoga untaian itu bisa menembus langit dan mempermudah langkah selanjutnya..

Ku harap kau dipeluk kebahagiaan sembari menyulam senyuman..