3 Agustus 2021

Tombak Pejuang Panji

Ilustrasi (Foto: Wallhere.com)

Oleh : Survia Eva Putriani ( Kohati Cabang Pekanbaru Komisariat Super )

Tampak langit kian menggelap
Payung panji terasa sudah bernafas dengan engap
Mencium bau semerbak penuh siasat yang berasap

Hingga tanda tanya membumbung mengusik hati
Wahai pengusik, apakah kau ingin melemahkan setiap persendian ini ?
Dengan menyelipkan penghianat di tubuh organisasi ini
Yang menggerogoti dalam diam, lalu melemah tidak berdaya menghancurkan visi misi

Sepertinya engkau lupa
Ada jiwa-jiwa yang semangatnya tidak pernah padam melainkan kian membara
Mereka bersemayam diantara lembah-lembah yang menganga
Terkadang tidak kasat dimata
Tetapi hentakannya cukup meluluh lantah
Jangan berkira mereka parasit yang tidak terarah
Ambisi dan tajamnya pandangan mata cukup membungkamkan para penjarah

Meski terhunus pedang tetap berjuang ditanduk panji yang terkembang
Meski terdampar dipengasingan tetap membela walaupun pecah perang
Selama itu masih dalam kebenaran yang terang benderang
Tidak akan lengah dan tidak akan lelah dalam berjuang

Hingga melahirkan para tombak pejuang panji
Untuk memastikan tetap berkibar dengan tinggi
Tempat dimana kami bernaung diri sebagai abdi negeri

Jantungku kan ku persembahkan untuk sang panji
Darahku pelengkap untuk mewarnai
Selama nadi masih berdenyut, selama itu pula memupuk ambisi
Hanya perlu diingat untuk yang memandang penuh iri
Berusaha menenggelamkan artinya gantung diri
Karena para tameng panji memiliki langkah yang pasti