11 April 2021

Tragedi di Persimpangan

Tragedi di Persimpangan
Oleh: Hasiyah

Dalam penjamuan malam itu, kutatap lukisan Hymen
Ketika engkau menua, pudar dan lelap
Terkatuk-katuk di depan catatan dan diary yang telah lapuk oleh musim
Membaca pecahan kenangan
Di persimpangan yang dicintai gerimis dan lampu-lampu
Kumenulis tentangku dan tentangmu yang luput disesap waktu
Dahulu, pernah bercakap tentang seekor merpati kesepian 
Yang akan meriuhkan pekarangan rumah yang kita beli
Sebelum akhirnya kenyataan mengoyak sendu
Perlahan kenangan datang berbisik, menghadirkan wangi tubuhmu dua tahun lalu
Aku masih saja dalam selimut penantian nan tak berkesudahan
Candu tentangmu, masih terus menjelma dalam ingatanku
Di persimpangan, angin masih menerbangkan namamu
Setiap sekelebat orang yang hadir, aku memastikan matanya tak menyesatkanku
Sebagaiman aku tersesat diriak matamu
Aku tak dapat keluar dari garis vertikal tubuhmu, yang pernah menyilang tubuhku
Di persimpangan, kau mengecup kecing
Dan berkata “Aku pergi untuk kembali” 
Nyatanya kau tak lagi kembali pada pekarangan yang telah kita beli
Aku telah lapuk dalam menanti, atap-atap rumah hancur karena terbebani
Dan tentangmu yang tak jua kembali masih menjadi misteri
Waru Pamekasan, 30 Januari 2020