25 September 2021

Unggah Seruan Aksi Lengserkan Jokowi, Aktivis HMI Ditangkap Polisi

YAKUSA.ID – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon Risman Soulissa ditangkap polisi karena mengunggah gambar berisi seruan aksi untuk melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy di media sosial miliknya.

Risman dijemput sebuah mobil buser yang terekam dalam sebuah video berdurasi 00.22 detik. Dalam video itu ia ditangkap oleh sejumlah Anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di sekitar tempat tinggalnya di kawasan bundaran Patung Leimena, Desa Poka, Kecamatan Baguala, Ambon Maluku sekitar pukul 19.20 WIT, Minggu (25/7/2021) malam.

“Yang bersangkutan diamankan oleh anggota Polresta Ambon terkait dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk membuat rasa kebencian di masyarakat melalui akun media sosialnya,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan penangkapan tersebut seperti yang dikutip CNN, Senin (26/7/2021).

Setelah ditangkap, mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Pattimura itu langsung diperiksa oleh penyidik di kantor Polresta Pulau Ambon, kemudian ditetapkan sebagai tersangka akibat kasus ujaran kebencian dan atau penghinaan.

“Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Nanti kalau soal teknisnya silahkan ke Kasat Reskrim saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Isack Leatemia menjelaskan, penangkapan terhadap Risman dilakukan setelah tersangka mengunggah dua gambar berisi seruan aksi unjuk rasa di akun Facebook miliknya pada 21 Juli 2021 lalu.

Dalam unggahan itu ada seruan untuk mencopot Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku dan juga Wali Kota Ambon.

“Tersangka memposting dua gambar berserta keterangannya yang memuat ujaran kebencian,” katanya saat dihubungi secara terpisah.

Isack Leatemia menjelaskan, tersangka dijerat Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan kurungan badan enam tahun penjara.

Untuk diketahui, dalam konten yang diduga ada ujaran kebencian dan atau penghinaan itu, ada seruan aksi dan undangan terbuka aksi nasional teriakan dari timur copot Jokowi, copot Gubernur Maluku dan copot Wali Kota Ambon dan tolak PPKM. Seruan aksi itu rencananya digelar di Jembatan Merah Putih depan Rektorat Universitas Pattimura pada Rabu (21/7) pukul 10.00 WIT.

Reporter: Kholisin
Redaktur: Arifin