YAKUSA.ID — Ekstrakurikuler Talent Casting SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep sukses menggelar Pentas Tunggal Drama Teater dalam rangka memperingati peristiwa G30S/PKI Tahun 2026.

Pertunjukan seni yang sarat akan nilai sejarah ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep dan disaksikan langsung oleh seluruh siswa serta dewan guru.

Pembina Ekstrakurikuler Talent Casting, Ach. Jazuli, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang kurang lebih dua minggu sebelum pelaksanaan.

Selain bertujuan untuk memperingati peristiwa bersejarah G30S/PKI, pentas ini juga menjadi wadah strategis untuk melatih mental, kemampuan speaking, serta gaya komunikasi siswa di depan publik.

“Seluruh pemain sangat antusias dan totalitas dalam perannya masing-masing. Seluruh ide, gagasan, properti, dan persiapan latihan semuanya diatur oleh anak-anak Talent Casting,” tuturnya.

“Kami sebagai pembina hanya memberikan arahan dan pandangan umum terkait cara main sebuah pentas,” ujar Ach Jazuli, menambahkan.

Di balik kesuksesannya, pertunjukan ini ternyata menyimpan cerita perjuangan yang tidak mudah dari para siswa.

Salah satu pemain teater, Icha, mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharunya seusai pementasan.

Ia membeberkan bahwa selama masa latihan timnya jarang bisa berkumpul dengan personel lengkap, bahkan harus menghadapi situasi darurat pada H-1 acara.

“H-1 kegiatan, ada dua pemain dari kami yang harus diganti dadakan dikarenakan sakit. Duh, makin bingung kami. Ditambah lagi beberapa koreksi dari pembina mulai dari kurang mendalami peran hingga tidak hafal naskah,” tuturnya.

“Tapi alhamdulillah, hari ini tuntas, kita bisa tampil maksimal sehingga suasana pesan dalam kudeta pembunuhan Jenderal Nasution mampu kami sampaikan kepada penonton,” ungkap Icha saat menyampaikan sekapur sirih.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kreativitas seni di lingkungan sekolah.

Kaffah, selaku salah satu penanggung jawab Pentas Tunggal ini, menyampaikan harapannya agar para siswa dapat terus menelurkan karya-karya seni yang lebih luar biasa di masa depan.

“Harapannya, semoga di momen-momen berikutnya, kami dan kita semua bisa menghadirkan pentas-pentas yang lebih memukau dari hari ini. Mari saling dukung dan kolaborasi di antara satu ekskul dengan ekskul yang lainnya,” pungkas Kaffah.