YAKUSA.ID – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2026 yang santer di media sosial akhirnya mendapat respons tegas dari aparat keamanan. Polri dan TNI memastikan situasi keamanan nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana aksi demonstrasi. “Sampai saat ini Polda Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Meski belum ada pemberitahuan, Polda Metro Jaya tetap melakukan pemantauan di media sosial. Langkah ini dilakukan melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Siber sebagai bagian dari antisipasi. “Tidak berhenti di situ, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Operasional tetap melakukan pemantauan secara dunia maya,” jelas Budi.
Video viral yang memperlihatkan sejumlah kendaraan lapis baja Anoa terparkir di Monas turut memicu spekulasi. Narasi dalam unggahan menyebut alutsista tersebut disiagakan untuk menghadapi gelombang massa. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas membantah narasi tersebut. “Jangan menyebarkan hoaks, apalagi provokasi,” tegas Nas.
TNI memastikan kehadiran kendaraan taktis di Monas merupakan bagian dari persiapan rutin perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. “Itu latihan persiapan upacara memeriahkan HUT RI,” tegasnya. Berdasarkan penelusuran di lokasi, tidak ditemukan deretan rantis Anoa yang bersiaga. Yang terlihat adalah 12 truk pengangkut prajurit bertanda “Pasukan Peringatan HUT RI ke-81 Tahun 2026”.
Asisten Utama Bidang Operasi Kapolri Komjen Pol Fadil Imran menegaskan bahwa berdasarkan data Daily Operating Reporting System (DORS) Polri, situasi kamtibmas nasional hingga saat ini masih aman dan terkendali. “Jadi, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan Kamtibmas yang mencemaskan,” tegasnya di sela acara Kapolri Cup di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Ia juga menegaskan bahwa pemasangan pagar di mal adalah tindakan wajar pemilik properti dan tidak perlu dikaitkan dengan isu keamanan. “Polisi ini enggak pernah ada antisipasi khusus, setiap hari kita siaga terus,” ujarnya.
Isu demo besar muncul di tengah polemik beberapa program unggulan pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggarkan dari pos pendidikan menuai kritik, sementara mitra MBG dikabarkan akan memberikan ultimatum pada 17 Agustus jika tata kelola kemitraan tidak diperbaiki. Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) juga menjadi perdebatan.
Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengimbau publik untuk tidak terjebak dalam narasi yang belum terverifikasi. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai bahwa ketenangan adalah kunci menghadapi situasi seperti ini. “Polri dan TNI sudah memberikan klarifikasi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita tidak mudah terprovokasi,” ujarnya, Minggu (2/8/).
Pemerintah dan aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak informasi yang tidak bertanggung jawab. “Kami mengimbau semua pihak untuk tidak terpancing dan ikut menyebarluaskan isu yang tidak jelas sumbernya,” tegas Kapuspen TNI. Publik diingatkan untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial agar tidak memicu keresahan yang tidak perlu.
JAN juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada aparat keamanan yang telah bekerja profesional. “Kami akan terus mengawal situasi ini. Semoga Jakarta tetap aman dan kondusif,” pungkas Romadhon.



